Sempat Ditunda karena WFH, Sidang Etik Ketua KPK Firli Bahuri Digelar Hari Ini

Sempat Ditunda karena WFH, Sidang Etik Ketua KPK Firli Bahuri Digelar Hari Ini
PERISTIWA | 4 September 2020 06:20 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sidang dugaan pelanggaran etik dengan terperiksa Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Firli Bahuri akan kembali digelar Dewan Pengawas (Dewas) KPK hari ini, Jumat (4/9). Sidang akan digelar di Gedung Anti-Corruption Learning Center KPK di Jalan HR. Rasuna Said Kavling C1, Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Sudah dikeluarkan penetapan hari sidang, tanggal 4 September," ujar anggota Dewas KPK Albertina Ho saat dikonfirmasi, Minggu 30 Agustus 2020.

Seharusnya, sidang dugaan pelanggaran etik Firli digelar pada Senin, 31 Agustus 2020. Namun lantaran KPK memutuskan menutup gedung dan memberlakukan bekerja dari rumah alias work from home (WFH) pada 31 Agustus 2020 hingga 2 September 2020, sidang ditunda hingga hari ini.

Saat itu, KPK memutuskan menutup seluruh gedung lantaran 23 pegawai dan satu tahanan KPK terkonfirmasi positif Covid-19.

Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris sempat menyatakan bahwa Firli Bahuri akan memenuhi panggilan sidang etik. Haris mengatakan hal tersebut usai sidang perdana dugaan pelanggaran etik Firli digelar pada Selasa, 25 Agustus 2020.

"Pak FB sebagai terperiksa akan hadir kembali dalam sidang," kata Haris.

Pada sidang perdana, Haris mengatakan tak semua saksi yang semestinya memberikan keterangan hadir. Tak hadirnya beberapa saksi yang membuat sidang saat itu ditunda.

Sidang dugaan etik digelar lantaran Firli diduga melanggar kode etik dan pedoman perilaku 'integritas' pada Pasal 4 ayat (1) huruf c atau Pasal 4 ayat (1) huruf n atau Pasal 4 ayat (2) huruf m dan/atau "Kepemimpinan" pada Pasal 8 ayat (1) huruf f Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor: 02 Tahun 2020.

Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan, pelaksanaan sidang etik ini mengacu pada Peraturan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 3 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pemeriksaan dan Persidangan Pelanggaran Kode Etik dan Pedomen Perilaku Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pada Pasal 8 aturan tersebut diatur sidang dugaan pelanggaran etik digelar secara tertutup, sedangkan pembacaan putusan akan disampaikan secara terbuka. Para terperiksa juga akan diberikan kesempatan untuk didampingi dan menghadirkan bukti yang relevan di proses persidangan tersebut.

Baca Selanjutnya: Gara-gara Naik Helikopter...

Halaman

(mdk/bal)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami