Sempat Ditunda, Sidang Etik Ipda Arsyad Terkait Kasus Brigadir J Digelar Hari Ini

Sempat Ditunda, Sidang Etik Ipda Arsyad Terkait Kasus Brigadir J Digelar Hari Ini
Aksi lilin untuk Brigadir J. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah
NEWS | 26 September 2022 14:56 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polri kembali menggelar sidang etik terkait kasus kematian Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Kali ini, anggota Korps Bhayangkara yang menjalani sidang etik yakni mantan Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Arsyad Daiva Gunawan (ADG).

Sidang terhadap Ipda Arsyad Daiva ini sempat dilakukan penundaan, lantaran saksi kunci dalam sidang tersebut mengalami sakit yakni AKBP Arif Rahman Arifin.

"Sidang ADG (dilanjutkan) hari ini," kata Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Nurul Azizah, Senin (26/9).

Nurul menyebut, sidang digelar sejak pukul 10.00 Wib, di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan.

"Tadi saya tanya belum ada perubahan jadwal. Rencana (mulai) jam 10.00 Wib," sebut dia.

Selain itu, untuk AKBP Arif Rahman yang merupakan saksi kunci dalam sidang Ipda Arsyad Daiva ini belum diketahui hadir atau tidak. Karena, pihaknya belum mendapatkan informasi sudah sembuh atau belum penyakit yang dialami oleh mantan Wakaden B Ropaminal Propam Polri itu.

"Untuk AR, hadir atau tidak saya belum tahu," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Ipda Arsyad Diduga Tak Profesional

Sebelumnya, Komisi Kode Etik Polisi (KKEP) menjadwalkan sidang etik terhadap Ipda Arsyad Daiva Gunawan, terkait kasus kematian Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Sidang rencananya digelar di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada pukul 13.00 Wib.

Juru Bicara Humas Mabes Polri Kombes Ade Yaya Suryana mengatakan, sidang etik terhadap mantan Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dipimpin oleh Kombes Rahmat Pamuji, Kombes Sakeus Ginting dan Kombes Pitra Ratulangi.

"Adapun wujud perbuatan yang dilakukan oleh Ipda ADG adalah ketidakprofesionalan dalam melaksanakan tugas," kata Ade Yaya kepada wartawan, Kamis (15/9).

Untuk saksi yang dihadirkan dalam sidang itu yakni, mantan Wakaden B Ropaminal Propam Polri AKBP Arif Rahman Arifin (ARA), mantan Kanit 1 SatReskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKP Rifaizal Samual, Kompol IR, dan Briptu RRM.

"Pasal yang dilanggar adalah Pasal 13 ayat 1 PP nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri juncto Pasal 5 ayat 1 huruf C Pasal 10 Ayat 1 huruf d dan pasal 10 ayat 2 huruf h perpol Nomor 7 tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri," sebutnya.

Polri telah menetapkan lima orang tersangka atas kasus tewasnya Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Kelima orang itu yakni Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer, Kuat Maruf dan Putri Candrawathi.

Dalang atau otak dibalik pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J ini adalah Ferdy Sambo. Oleh karena itu, ia pun bersama dengan tiga orang tersangka lainnya, Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf dan Putri Candrawathi dikenakan Pasal 340 subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56.

Sedangkan, untuk Bharada Richard Eliezer sendiri hanya dikenakan Pasal 338 saja. Meski sudah menjadi tersangka, Putri belum dilakukan penahanan. Sedangkan, Ferdy Sambo ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Lalu, untuk Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

3 dari 3 halaman

7 Tersangka Obstruction Of Juctice

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri menambahkan, pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti terhadap dugaan tindak pidana yang dilakukan enam polisi tersebut. Mereka diduga berupaya menghalangi penyidikan lewat pengaburan keberadaan CCTV di sekitar TKP.

"Untuk Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 32 dan 33 UU ITE dan juga Pasal 221, 223 KUHP dan juga 55 56 KUHP," kata Asep.

Berikut lengkapnya:

1. Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo
2. AKP Irfan Widyanto Kasubnit I Subdit III Dittipidum
3. Mantan Karopaminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan
4. Mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri Kombes Agus Nurpatria
5. Mantan Wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri AKBP Arif Rahman Arifin
6. Mantan Ps. Kasubbag Riksa Baggak Etika Rowabprof Divpropam Polri Kompol Baiquni Wibowo
7. Mantan PS Kasubbagaudit Baggak Etika Rowabprof Divisi Propam Polri Kompol Chuk Putranto.

(mdk/tin)

Baca juga:
VIDEO: Pertama dalam Sejarah LPSK, Putri Minta Perlindungan Tapi Ogah-ogahan
LPSK Buka-Bukaan Alasan Tolak Beri Perlindungan pada Putri Candrawathi
LPSK Sebut Putri Candrawathi Pemohon Terunik: Butuh Perlindungan, Tapi Tidak Antusias
Diundang MKD, IPW Bakal Buka-bukaan soal Jet Pribadi Ditumpangi Brigjen Hendra
Kapan Ferdy Sambo Disidang?
Daftar 4 Polisi Eks Anak Buah Ferdy Sambo yang Jalani Pembinaan Mental dan Keagamaan
Update Polisi Langgar Kode Etik Bersama Ferdy Sambo dalam Kasus Brigadir J

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini