Sempat Hancur Diterjang Banjir, Jembatan Talagahiang Hubungkan Lagi 2 Desa di Lebak

Sempat Hancur Diterjang Banjir, Jembatan Talagahiang Hubungkan Lagi 2 Desa di Lebak
Jembatan Talagahiang Lebak. ©2021 Merdeka.com/Istimewa
PERISTIWA | 17 Januari 2021 03:00 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Desa Talagahiang dan Desa Sipayung, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten sempat terputus saat jembatan penghubung antar desa tersebut hancur diterjang banjir bandang pada Januari 2020 lalu. Padahal Jembatan Talagahiang ini mampu merangsang tumbuhnya aktivitas ekonomi warga sekitar.

Tercatat bahwa kehadiran jembatan tersebut melahirkan bisnis agrowisata berupa tempat makan dan pemancingan yang berdiri di sekitar jembatan serta pinggir sungai, ada juga kehadiran keramba bagi warga beternak ikan.

Pascabencana, warga kecamatan Cipanas, Lebak-Banten membangun jembatan darurat menggunakan material bambu dan kayu. Bangunan penghubung tersebut hanya dapat dilewati para pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Berkali-kali jembatan kayu dan bambu itu ikut roboh akibat tergerus aliran sungai.

Awal tahun 2021, warga Desa Talagahiang dan Desa Sipayung akhirnya bisa menikmati Jembatan Talagahiang lagi. Jembatan Talagahiang tidak hanya membantu kerja Pemerintah Daerah Lebak-Banten, tapi juga berefek bagi warga setempat terutama dalam meningkatkan ekonomi usahawan kecil-menengah serta pengguna roda empat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak Maman Suparman mengapresiasi upaya yang dilakukan IZI dan MTXL untuk membangun Jembatan Talagahiang. Dia yakin jembatan tersebut turut mendorong perekonomian warga setempat.

"Semoga kerja sama pembangunan infrastruktur penghubung ini terus berkelanjutan, sehingga menghidupkan kembali urat nadi perekonomian warga sekitar yang dahulu sempat berjalan," kata Maman, Sabtu (16/1).

Pejabat Kepala Desa, Yuda Pradida mengucapkan banyak terima kasih telah dibangunnya jembatan ini. "Dengan dibangun jembatan ini akses perekonomian dan akses pendidikan bagi warga desa ini bisa berjalan lancar karena ini merupakan akses yang sangat vital bagi masyarakat," jelas dia.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kabupaten Lebak, mengakibatkan sungai Ciberang dan Cimangeunteng meluap dan merendam puluhan rumah di Kecamatan Cipanas, dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter, Rabu (13/5).

Camat Cipanas, Najamudin mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun jembatan darurat yang biasa digunakan warga rusak akibat terjangan air. "Jembatan darurat desa Talagahiang hanyut," singkat Najamudin.

Banjir juga menyebabkan jembatan Cinyiru di Kecamatan Lebak Gedong ambruk dan jembatan darurat di Kampung Muhara terputus.

Camat Lebak Gedong Wahyudin Hasas mengatakan, jembatan Cinyiru amblas dan tidak bisa dilalui kendaraan. "Iya Pak Ini kondisi jembatan Cinyiru sekarang tidak bisa dilalui kendaraan roda dua, karena tambah turun (amblas)," katanya. (mdk/ded)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami