Sempat Kontak dengan Bima Arya, Pejabat Dinkes Bogor Positif Corona Meninggal

Sempat Kontak dengan Bima Arya, Pejabat Dinkes Bogor Positif Corona Meninggal
PERISTIWA | 28 Maret 2020 09:54 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Seorang dokter terkonfirmasi positif terinfeksi corona (Covid-19) di Kota Bogor dan meninggal dunia. Dokter tersebut merupakan satu dari dua pasien yang diumumkan positif pada Jumat (27/3).

"Betul. Meninggal dunia," kata Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Irwan Riyanto, Sabtu (28/3).

Data dari Dinas Kesehatan Kota Bogor, pada Jumat kemarin terjadi penambahan kasus positif Covid-19 dari sebelumnya tujuh orang menjadi sembilan orang.

Kata Irwan, satu dari dua pasien itu berasal dari klaster Bima Arya, yang merupakan dokter sekaligus pejabat Dinas Kesehatan yang ikut menjemput Bima di bandara usai kunjungan kerja di Turki dan Azerbaijan pada 16 Maret 2020.

"Dua pasien baru itu satu berprofesi sebagai dokter yang melakukan kontak dengan Pak Wali," kata dia.

Dari klaster Bima Arya atau klaster Turki, terdapat tiga orang positif Covid-19. Yakni Bima Arya, stafnya dan satu dokter yang baru saja diumumkan meninggal.

Sementara satu pasien positif Covid-19 lainnya di luar rombongan Bima Arya. Irwan belum merinci satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini. "Pasien satunya saat ini berada di RS Bogor Senior Hospital. Tidak dari rombongan itu," katanya.

Sementara Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim juga membenarkan kabar tersebut. Dedie mengungkapkan, dokter itu menjadi klaster Bima Arya. "Tak perlu disebutkan namanya ya," katanya.

Di Kota Bogor, Dedie menjelaskan, setidaknya terdapat lima klaster sebaran Covid-19. Yakni, Klaster Hotel Aston yang menjadi acara Persidangan Sinode Tahunan (PST) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB).

Klaster Sempur atau mahasiswi IPB yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdomisili di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Klaster Babakan Madang atau acara seminar Masyarakat Tanpa Riba di Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Kemudian, klaster Wali Kota Bogor Bima Arya yang disebutnya sebagai klaster Katulampa, Bogor Timur (Rumah Dinas Bima) atau Klaster Turki (usai kunjungan kerja). Terakhir, klaster Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar di Karawang. (mdk/cob)

Baca juga:
Wakil Wali Kota Bandung Sembuh, Wali Kota Cimahi Dinyatakan Negatif Corona
4 Pasien di Aceh Dinyatakan Positif Corona, 1 Orang Meninggal
Jumlah ODP Covid-19 di Riau Mencapai 4.434 Orang
Faisal Basri Usul Lockdown: Kita Pahit Jangka Pendek, tapi Ceria Jangka Panjang
Dua Orang Positif Corona, Pemkab Sukoharjo Tak Akan Terapkan Lockdown
4 Wilayah di Jatim Masuk Zona Merah Baru Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami