Sempat Memaksa, Sales Kartu Perdana di Bandara Jeddah Kini Tak Lagi Ganggu Jemaah

Sempat Memaksa, Sales Kartu Perdana di Bandara Jeddah Kini Tak Lagi Ganggu Jemaah
Jemaah haji
NEWS | 25 Juni 2022 19:39 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Sales provider kartu perdana lokal menjamur di paviliun tempat tunggu jemaah haji Indonesia yang baru saja mendarat di Bandara King Abdulazis Internasional Airport (KAIA) Jeddah. Berjumlah belasan orang, keberadaan mereka cukup mengganggu aktivitas jemaah di sana.

Di bandara Jeddah, jemaah harus melakukan sejumlah persiapan sebelum diberangkatkan ke Makkah. Sebab setibanya di Makkah, jemaah akan melaksanakan umrah wajib.

Saking mengganggunya, Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah bersurat resmi pada Dirjen Kementerian Haji dan Umrah cabang bandara di Jeddah. Sebab tak hanya sekadar menawarkan barang dagangannya, para sales memaksa jemaah untuk memberikan identitas seperti paspor. Bahkan sampai berani meminta sidik jari.

"Sebenarnya hal ini mengganggu kekhusyukan jemaah termasuk dalam melakukan persiapan, sunah-sunah yang harus dilakukan jemaah. Salah satunya salat sunah ihram karena mereka harus langsung berangkat ke makkah," kata petugas Perlindungan Jemaah (linjam) Daerah Bandara, Hanif Farizi, kepada tim Media Center Haji, Sabtu (25/9).

Parahnya lagi, kata Hanif, para sales malah balik marah karena kesal petugas memberikan imbauan pada jemaah agar tidak menanggapi tawaran apapun terkait kartu lokal. Padahal yang mereka lakukan terhadap jemaah sangat tak tertib, memaksa meminta paspor dan menarik jari untuk dipindai.

"Sidik jari jemaah mereka langsung narik tangan dari jemaah, sehingga jemaah bingung mau diapakan," katanya.

Kondisi tidak tertib itu sampai membuat wukala (petugas) resmi bandara turun tangan dan sales dilarang masuk.

"Ketika kita menyampaikan sosialisasi kepada jemaah untuk tidak mengikuti proses sidik jari maupun penawaran dari sim gratis, kita yang kena marah dari supervisor mereka, menjadi bidikan."

"Bahkan mereka protes ke kami, karena kami menyampaikan larangan-larangan itu," jelas Hanif.

Beruntung, kata Hanif, kian hari kinerja para sales semakin tertib. Meski tetap saja ada yang berupaya memanfaatkan jemaah lengah.

"Alhamdulillah kondisinya saat ini tidak seperti awal-awal. Karena mereka memang sudah mendapat sosialisasi dari pimpinan mereka. Mereka boleh masuk ke ruangan tapi tidak boleh buka paspor jemaah, itu yang kami khawatirkan dari segi keamanan dan kenyamanan," katanya.

"Tidak ada jemaah yang tersentuh layanan SIM card murah," tutup Hanif.

Baca juga:
Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam di Koper Bagasi saat Pulang ke Tanah Air
Saran Dokter untuk Jemaah Haji Komorbid Diabetes: Gunakan Alas Kaki Nyaman
Jemaah Haji Harus Perhatikan Ini Bila Menyeberang Jalan di Mahbas Jin Mekkah
1.206 Jemaah Haji Khusus di Madinah Diberangkatkan ke Mekkah
Kriteria Jemaah Bisa Dibadalkan Haji dan Tahapannya

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini