Sempat Sakit, AKBP Arif Rahman Hadir di Sidang Etik Ipda Arsyad Daiva

Sempat Sakit, AKBP Arif Rahman Hadir di Sidang Etik Ipda Arsyad Daiva
Gedung Mabes Polri. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
NEWS | 26 September 2022 17:21 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polri kembali menggelar sidang kode etik terhadap Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Arsyad Daiva Gunawan (ADG). Sidang terkait kematian Brigadir J alis Nofryansyah Yoshua Hutabarat ini digelar di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Nurul Azizah mengatakan, sidang lanjutan ini dihadiri oleh AKBP Arif Rahman Arifin (AR) yang menjadi saksi kunci dalam persidangan tersebut.

"Hari ini beliau tadi sekitar jam 11 sidang tersebut bisa dilaksanakan dan saksi atas nama AKBP AR, beliau bisa hadir," kata Nurul kepada wartawan, Senin (26/9).

Kendati demikian, AKBP Arif Rahman tidak dapat mengikuti persidangan hingga selesai. Mengingat kondisinya yang masih belum pulih 100 persen.

"Namun, karena kondisi kesehatan belum stabil beliau tidak bisa menyelesaikan sampai dengan selesai. Namun demikian, sekitar 1 jam yang lalu sidang dilanjutkan kembali tanpa saksi AR," ujarnya.

"Tadi hadirnya secara langsung, pada saat dimulainya sidang beliau hadir. Tetapi, di tengah perjalanan kondisi beliau tidak stabil. Sehingga tidak bisa meneruskan sidang hari ini," tutupnya.

2 dari 3 halaman

Sebelumnya, Komisi Kode Etik Polisi (KKEP) menggelar sidang etik terhadap Ipda Arsyad Daiva Gunawan, terkait kasus kematian Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Sidang ini digelar di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada pukul 13.00 Wib.

Juru Bicara Humas Mabes Polri Kombes Ade Yaya Suryana mengatakan, sidang etik terhadap mantan Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dipimpin oleh Kombes Rahmat Pamuji, Kombes Sakeus Ginting dan Kombes Pitra Ratulangi.

"Adapun wujud perbuatan yang dilakukan oleh Ipda ADG adalah ketidakprofesionalan dalam melaksanakan tugas," kata Ade Yaya kepada wartawan, Kamis (15/9).

Untuk saksi yang dihadirkan dalam sidang itu yakni, mantan Wakaden B Ropaminal Propam Polri AKBP Arif Rahman Arifin (ARA), mantan Kanit 1 SatReskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKP Rifaizal Samual, Kompol IR, dan Briptu RRM.

"Pasal yang dilanggar adalah Pasal 13 ayat 1 PP nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri juncto Pasal 5 ayat 1 huruf C Pasal 10 Ayat 1 huruf d dan pasal 10 ayat 2 huruf h perpol Nomor 7 tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri," sebutnya.

Polri telah menetapkan lima orang tersangka atas kasus tewasnya Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Kelima orang itu yakni Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer, Kuwat Maruf dan Putri Candrawathi.

Dalang atau otak dibalik pembunuhan berencana yang menewaskan Brigadir J ini adalah Ferdy Sambo. Oleh karena itu, ia pun bersama dengan tiga orang tersangka lainnya, Bripka Ricky Rizal, Kuwat Maruf dan Putri Candrawathi dikenakan Pasal 340 subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56.

Sedangkan, untuk Bharada Richard Eliezer sendiri hanya dikenakan Pasal 338 saja.

Meski sudah menjadi tersangka, Putri belum dilakukan penahanan. Sedangkan, Ferdy Sambo ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Lalu, untuk Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuwat Maruf ditahan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

3 dari 3 halaman

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri menambahkan, pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti terhadap dugaan tindak pidana yang dilakukan enam polisi tersebut. Mereka diduga berupaya menghalangi penyidikan lewat pengaburan keberadaan CCTV di sekitar TKP.

"Untuk Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 32 dan 33 UU ITE dan juga Pasal 221, 223 KUHP dan juga 55 56 KUHP," kata Asep.

Berikut lengkapnya:

1. Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo
2. AKP Irfan Widyanto Kasubnit I Subdit III Dittipidum
3. Mantan Karopaminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan
4. Mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri Kombes Agus Nurpatria
5. Mantan Wakaden B Biropaminal Divisi Propam Polri AKBP Arif Rahman Arifin
6. Mantan Ps. Kasubbag Riksa Baggak Etika Rowabprof Divpropam Polri Kompol Baiquni Wibowo
7. Mantan PS Kasubbagaudit Baggak Etika Rowabprof Divisi Propam Polri Kompol Chuk Putranto.

(mdk/eko)

Baca juga:
Sempat Ditunda, Sidang Etik Ipda Arsyad Terkait Kasus Brigadir J Digelar Hari Ini
Kejagung Selesaikan Berkas Perkara Ferdy Sambo Cs Pekan Ini
VIDEO: Pertama dalam Sejarah LPSK, Putri Minta Perlindungan Tapi Ogah-ogahan
LPSK Buka-Bukaan Alasan Tolak Beri Perlindungan pada Putri Candrawathi
Mengejutkan, Ahmad Dhani Teriak 'Hidup Ferdy Sambo' saat Nyanyi Lagu Distorsi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini