Sengketa Pilkada Kuansing, Akil Mochtar dilaporkan ke Bareskrim

PERISTIWA | 25 Juni 2015 03:00 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri. Akil dilaporkan atas dugaan menerima suap dalam sengketa Kuantan Singingi (Kuansing), Propinsi Riau.

Akil dilaporkan oleh mantan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Propinsi Riau, Mursini-Gumpita. Akil diduga menerima suap dari pasangan Sukarmis-Zulkifli, saat mengurus sengketa Pilkada Kuantan Singingi (Kuansing) pada 2010 lalu.

"Kami melaporkannya (Akil) atas dugaan penerimaan suap dari seseorang dalam sidang sengketa Pilkada Kuansing di Mahkamah Konstitusi tahun 2010," kata kuasa hukum Mursini-Gumpita, Asep Ruhiat saat dihubungi merdeka.com Rabu (24/6) malam.

Asep mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah lebih dahulu melaporkan kasus itu ke KPK pada Mei 2013. Namun karena lamban dan terkesan tidak berjalan penyelidikannya, akhirnya kasus tersebut dilaporkan ke Bareskrim.

"Ini bentuk pengaduan kami ke Bareskrim, atas dugaan suap yang dilakukan pada saat itu oleh inisial IP terhadap Akil Mochtar," kata Asep.

Asep mengaku memiliki barang bukti terkait dugaan suap tersebut, berupa fotokopi bukti transfer dana senilai Rp 2 miliar dari Indra Putra yang diketahui keponakan Bupati Kuansing Sukarmis yang akhirnya menjadi pemenang Pilkada. Uang tersebut, kata Asep, diduga kuat diberikan kepada pihak Akil Mochtar selaku hakim Mahkamah Konstitusi yang mengadili sengketa Pilkada tersebut.

"Bukti transfer ini kami serahkan ke KPK beberapa waktu lalu, namun belum ada tindakan yang dilakukan KPK," keluh Asep.

Asep menduga adanya indikasi suap yang diduga dilakukan pasangan Sukarmis dan Zulkifli. "Ternyata bukti tersebut memang benar adanya. Kuitansi yang diberikan yang kita terima saat ini bukti transfer tersebut, ditransfer ke rekening istri dari Akil Mochtar ke perusahaan miliknya," kata Asep.

Menurut Asep, sengketa Pilkada kabupaten Kuansing pada 2010 penangannya dipimpin Akil Mochtar selaku hakim ketua majelis. "Saat sidang di MK itu terdapat bukti jelas bahwa yang seharusnya menang adalah pasangan Mursini-Gumpita, namun, namun Pilkada itu dimenangkan pasangan Sukarmis-Zulkifli," tandas Asep.

Baca juga:

Buntut kasus Akil Mochtar, calon wakil Bupati Kuasing lapor ke KPK

Akil Mochtar bersaksi di sidang Bonaran Situmeang

Kasus Incraht, Akil dipindah ke Lapas Sukamiskin

Terbukti suap Akil, Romi Herton divonis 6 tahun & denda Rp 200 juta

Orang dekat Akil, Muhtar Ependy, divonis 5 tahun bui

Kasasi ditolak MA, Akil akan ajukan PK

Mahkamah Agung tolak kasasi Akil Mochtar, hukuman tetap seumur hidup

(mdk/gil)

TOPIK TERKAIT