Senjata Serbu SS1 di Mobil Tak Bertuan Milik Brimob Polda Bali Dirampas Rampok Rusia

PERISTIWA | 25 Juni 2019 17:42 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Senjata serbu jenis SS1 ditemukan anggota Polda Bali di dalam sebuah mobil Avanza hitam tak bertuan di Jalan Bandung Raya, Nomor 16, Kampung 168, daerah Puri Gading Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Jumat (21/6).

Hasil penyelidikan polisi ternyata senjata itu identik dengan senjata milik anggota Brimob Polda Bali yang dirampas pada bulan Agustus tahun 2017 lalu, di TKP Ayana Resor and Spa, Jalan Karang Mas Jimbaran Kuta Selatan, Badung, Bali.

"Kita menemukan senjata api laras panjang jenis SS1 dengan nomor SS1- V1 KAL 5,56 dengan nomor seri 96.042133. Dari nomor seri tersebut kami melakukan uji balistik di laboratorium forensik Cabang Denpasar. Ternyata senjata laras panjang ini identik sekali dengan senjata yang diambil oleh warga negara asing saat itu kejadian di TKP Ayana Resor and Spa," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan, di Mapolresta Denpasar, Selasa (25/6).

Ruddi menjelaskan, senjata tersebut di pegang anggota Brimob Polda Bali Ida Bagus Sudasuarna yang dirampas oleh komplotan rampok warga negara Rusia pada tanggal 8 Agustus 2017 silam. "Di mana korban saat itu adalah anggota Brimob, dan mengatakan saat dia (Brimob) dipukul dan diambil oleh orang dengan ciri-ciri warga negara asing dan akhirnya kita bisa ungkap," kata Ruddi.

Sementara untuk plat mobil Avanza dengan Nomor Polisi (Nopol) L 1304 QZ yang di dalamnya berisi laras panjang adalah palsu dan nopol aslinya adalah Pol DK 1346 BE. Mobil tersebut awalnya dilaporkan oleh warga di Jalan Bandung Raya, Nomor 16, Kampung 168, daerah Puri Gading Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Jumat (21/6) sore dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh polisi ditemukan senjata laras panjang.

"Mobil itu sudah terparkir selama 3 bulan, kemudian ditinggal pergi oleh pelakunya dan nomornya yang dipakai adalah palsu dan nomor plat yang benar adalah DK 1346 BE," kata dia.

Selain itu, dari hasil penyelidikan dari CCTV dan barang bukti lainnya, bahwa peristiwa perampokan di tiga 3 TKP di Jalan Nakula Legian, Kuta dan Nusa Dua pada tahun 2018 silam yang nilainya hampir milliar rupiah juga dilakukan oleh kelompok perampok Rusia tersebut.

Hal tersebut, diketahui dari CCTV di Jalan Nakula dan Nusa Dua. Di mana para komplotan rampok tersebut saat itu membawa linggis, mantel, helm dan senjata.

"Ternyata barang bukti yang kita temukan sesuai dari hasil olah TKP dari CCTV. Kalau kita lihat, para pelaku asing ini sudah merencanakan dan di pelajari beberapa TKP, yang kita selidiki ini adalah pelaku yang sama," ujar dia.

Selain senjata laras panjang yang ditemukan di Avanza tersebut, juga ditemukan barang bukti lainnya. Seperti satu buah tas ransel warna hitam merk Polo Wrken yang berisi, 1 pasang jaket dan celana loreng, 1 buah pisau sarun, 1 buah tabung masker, 1 buah helm merk bogo, 1 buah koper warna coklat merk Minerva yang berisi 2 buah body vest, 1 buah baju kaos biru Turn Back Crime, 4 buah tabung marker warna hitam, 1 buah HT merk Baofeng, 9 buah tabung sprei.

Kemudian juga, 1 buah mata bor, 1 buah wig dan topeng wajah karet, 1 buah handset, dan 1 buah tas jinjing parasut warna hitam dan banyak lainnya.

Perlu diketahui senjata tersebut adalah hasil rampasan dari anggota Brimob Polda Bali oleh komplotan rampok asal Rusia. Para komplotan tersebut, berhasil disergap oleh pihak kepolisian setelah melakukan perampokan di Money changer di Jalan Pratama nomor 36 XY, Banjar Terora, Kelurahan Tanjung Benoa, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Bali, pada Selasa (19/3) lalu.

Dalam aksi dari pelaku yang berjumlah tujuh orang itu berhasil menggasak uang ratusan juta. Para pelaku yang berhasil disergap adalah Georgii Zhukov, Robert Haupt, Naira K dan satu tewas Alexei Korotkikh yang saat itu melakukan perlawanan pada Polisi sehingga ditembak mati. Sementara sisanya berhasil melarikan diri dan masih buron.

Baca juga:
Senapan Serbu SS1 Ditemukan di Mobil Avanza Tak Bertuan
Selandia Baru Luncurkan Program Pembelian Senjata Warga oleh Pemerintah
Polisi: 4 Orang Tewas Akibat Luka Tembak Peluru Tajam saat Aksi 22 Mei
Polisi Selidiki Keaslian Surat Kepemilikan Senjata Pengendara BMW yang Ancam Warga
Pengemudi BMW yang Ancam Pakai Pistol akan Dijerat UU Narkotika
Polisi Tahan Pengemudi BMW Todongkan Pistol di Jakarta Pusat

(mdk/gil)

TOPIK TERKAIT