Senpi jadi barang murah bagi penjahat

PERISTIWA | 23 Maret 2012 17:48 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Akhir-akhir ini publik selalu dikagetkan dengan berita perampokan dan penodongan yang dilakukan dengan menggunakan senjata api (Senpi). Senjata api bukan lagi barang sulit didapat karena setiap aksi kejahatan selalu menggunakan senpi.

Menurut pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar ada beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya penyalahgunaan senjata api saat ini. Salah satunya penarikan senjata pada tahun 2007 lalu tidak dilakukan secara menyeluruh.

"Dulu ada penarikan senjata dari sipil tahun 2007, tetapi itu tidak maksimal sehingga masih banyak senjata api yang beredar di masyarakat," ujar Bambang kepada merdeka.com, Jumat (23/3).

Menurut Bambang, saat ini juga banyak importir senjata yang diberikan izin oleh pemerintah. Hal ini memungkinkan terjadinya penyalahgunaan senjata api yang resmi.

"Selain itu, faktor lingkungan sosial juga mendukung beredarnya senpi di masyarakat. Lingkungan sosial tertentu membuat masyarakatnya mampu merakit senjata," tambahnya.

Pengawasan dari Polri yang tidak efektif terhadap peredaran senpi juga semakin memperparah kondisi ini. Pengawasan ketat oleh kepolisian terhadap penggunaan senpi harus lebih masif lagi.

Saat ditanya senjata yang digunakan dalam kasus pencurian yang menewaskan wartawan senior TVRI Djuli Elfino, Bambang memperkirakan pelaku menggunakan senjata revolver atau call 388.

"Itu kemungkinan call 338, karena karena tidak ditemukannya selongsong peluru," tutupnya.

(mdk/hhw)

TOPIK TERKAIT