Sensasi Lari 320 Kilometer di Ultra Marathon Tambora Challenge 2020

Sensasi Lari 320 Kilometer di Ultra Marathon Tambora Challenge 2020
PERISTIWA | 21 Februari 2020 23:45 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Ajang lari ultra maraton bertajuk 'Kompas Tambora Challenge 320K' digelar pada 22-25 Juli di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dengan tantangan baru dalam pelaksanaan keenam kalinya, yakni waktu tempuh (cut off time (CoT)) yang dipersingkat sekitar empat jam serta kondisi suhu yang lebih ekstrim dari pelaksanaan tahun 2019.

"Tahun lalu CoT di nomor individu 68 jam, di tahun ini menjadi 64 jam. Sedangkan untuk nomor individu menjadi 60 jam. Ada hadiah tambahan bagi peserta yang bisa menuntaskan batasan maksimal ini," kata Wakil Pemimpin Umum Kompas Budiman Tanuredjo di Jakarta, Jumat (21/2). Seperti dilansir Antara.

Ia menjelaskan pemotongan CoT ini disesuaikan dengan capaian yang diraih peserta pada tahun-tahun sebelumnya yang sebagian besar bisa menyelesaikan larinya di bawah batas waktu yang sudah ditentukan.

Bahkan, pada nomor individu putri tahun 2019 sempat terjadi perebutan peringkat kedua, yang menandakan ajang lari maraton sejauh 320 kilometer yang dimulai dari Desa Poto Tano dan berakhir di Sabana Doro Ncanga Sumbawa ini berlangsung secara kompetitif.

"Semakin ke sini makin banyak yang bisa masuk finis, bahkan sempat terjadi perebutan podium, hal ini tentu membanggakan untuk ajang lari ultra maraton. Selain itu, kami lihat waktu finis yang diselesaikan peserta pun bisa semakin pendek," pungkas Budiman menjelaskan.

Selain waktu tempuh yang dikurangi, Tambora Challenge 2020 juga mengandung tantangan baru dari aspek cuaca. Jika sebelumnya digelar pada bulan Mei, Tambora Challenge tahun ini mundur menjadi bulan Juli dengan suhu malam hari yang lebih dingin dibanding bulan Mei.

Race Director Tambora Challenge Lexi Rohi menjelaskan pada bulan Juli suhu di Pulau Sumbawa dan sekitarnya akan lebih ekstrim akibat pengaruh angin musim dari Benua Australia.

Dampaknya, suhu di siang hari akan lebih panas dan akan menjadi lebih dingin pada malam hari jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

"Terkait cuaca juga agak ekstrim karena dingin pengaruh dari Australia. Semoga finisher tahun ini cukup banyak. Untuk start, dulu jam tiga sore (WITA), sekarang menjadi jam empat sore. Waktunya kami mundurkan satu jam semoga bisa membuat peserta terpancing agar bisa lebih mematangkan strategi," kata Lexi.

Ultra Maraton Tambora Challenge 320K berhadiah Rp35 juta bagi peringkat satu nomor individu, peringkat dua Rp28 juta, dan peringkat tiga Rp21 juta. Sedangkan di nomor relay, peringkat satu sebesar Rp30 juta, peringkat dua Rp25 juta, dan peringkat tiga Rp20 juta. (mdk/ded)

Baca juga:
Pangdam Jaya Beberkan Alasan Libatkan Disabilitas di Loe Gue Run
Kodam Jayakarta Bagi-Bagi Motor ke Peserta Lomba Lari 'Loe Gue Run'
Cerita Disabilitas Pemenang Lomba Lari 'Loe Gue Run 2020'
Antusiasme 3500 Peserta Ikuti Lomba Lo Gue Run 2020
Semangat Peserta Disabilitas Ikuti Lomba Lari di Monas
Loe Gue Run 2020, Pengguna Kursi Roda Ikut Lomba Lari

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami