Senyum Bahagia Bocah Difabel di Kupang Mendapat Kaki Palsu

Senyum Bahagia Bocah Difabel di Kupang Mendapat Kaki Palsu
PERISTIWA » MALANG | 2 Oktober 2020 16:32 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Stenly Yesi Ndun, bocah disabilitas yang viral akibat ke sekolah dengan bermodalkan tongkat sederhana, kini bisa tersenyum lega karena sudah mempunyai kaki palsu. Kaki palsu yang saat ini dipakai Yesi merupakan pemberian dari Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Lotharia Latif.

Kaki palsu itu dipakaikan ke kaki Stenly Yesi Ndun oleh Lotharia Latif di halaman Mapolsek Takari, Jumat (2/10).

Menurut Lotharia Latif, kondisi Yesi Ndun diketahuinya melalui media. Setelah membaca pemberitaan tentang bocah itu, hatinya tergerak untuk membantu.

"Terima kasih teman-teman media, momen ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya dan Polda Nusa Tenggara Timur karena bisa bertemu langsung dengan anak Stenly Yesi Ndun," ucapnya.

Lotharia Latif menambahkan, setelah mendapat biodata dan alamat sang bocah malang ini, dia kemudian memerintahkan Kabiddokes untuk diperhatikan kondisinya.

"Setelah mengetahui informasi ini, saya langsung merespons dan kepada Kabiddokes, saya bilang ini adalah anak kita yang perlu mendapat perhatian," tegasnya.

Lotharia Latif berharap dengan kaki palsu it, Stenly Yesi Ndun bisa melakukan aktivitas apa pun setiap hari, layaknya anak-anak normal lainnya.

"Ya menurut saya, kekurangan itu bukan satu halangan untuk mencapai kesuksesan, banyak orang-orang yang mungkin dengan keterbatasan justru lebih hebat dari orang-orang yang memiliki kesempurnaan. Kita doakan Yesi agar ke depannya menjadi orang hebat dari Takari," harap Lotharia Latif.

Yesi yang bercita-cita menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu hanya bisa tersipu malu ketika disuruh untuk mencoba berjalan menggunakan kaki palsu. Karena baru pertama memakai, Yesi tetatih-tatih berjalan.

"Terima kasih banyak Bapak Kapolda sudah berkenan memberikan kaki palsu kepada saya," ucap Yesi sambil menunduk.

Selain menyerahkan kaki palsu untuk Yesi, Kapolda yang didampingi Ketua Bhayangkari NTT Evi Lotharia Latif, Kabiddokes Kombes Pol dr.Sudaryono dan Kabidhumas Kombes Pol. Jo Bangun, juga menyerahkan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat serta APD kepada Personel Polsek Takari.

Sebelumnya, Video pendek seorang bocah sekolah dasar asal Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, viral di facebook. Bocah ini bernama Stenly Yesi Ndun.

Di Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Yesi tinggal bersama kakek dan neneknya yang sudah uzur usia mereka. Yesi merupakan anak berkebutuhan khusus, yakni hanya memiliki satu kaki dan dibawa sejak lahir.

Sejak berumur tiga tahun, Yesi dan saudari kembarnya bernama Stela Ndun sudah ditinggal oleh bapak dan mamanya. Orang tua kandung mereka merantau ke Kalimantan sebagai buruh sawit.

Meski jauh dari perhatian orang tua ditambah fisiknya yang tak sempurna, Yesi tetap semangat ke sekolah menggunakan tongkat bambunya yang dibuat seadanya oleh sang nenek. Setiap hari Yesi menempuh jarak kurang lebih satu kilometer untuk capai sekolah, dengan berjalan kaki.

Bocah kelas 1 SDN Bijaesahan ini bermimpi mempunyai kaki palsu. Namun orang tuanya yang hanya bekerja sebagai buruh sawit di Kalimantan itu belum memiliki dana lebih untuk membeli.

Di rumah berdinding bebak, Yesi dan tiga saudara kandungnya hidup bersama kakek dan neneknya. Selain Yessi dan tiga saudaranya, ada empat cucu lain yang tinggal bersama pasutri lansia ini.

"Kami sudah tua, tak mampu kerja lagi. Setiap bulan, Yesi pu bapak dengan mama kirim uang Rp 500 ribu untuk kebutuhan hidup kami semua di rumah," kata Ursula Takaep (60), nenek Yesi, Rabu (23/9).

Menurut Ursula, dia dan suami memiliki empat orang anak laki-laki yang semuanya merantau. Setiap hari Ursula sendiri yang mengurus delapan cucunya, karena sang suami Bernabas Ndun (84) sudah lama mengalami sakit. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami