Seorang Guru di Depok Dinonaktifkan Sementara karena Perkara Cuitan

Seorang Guru di Depok Dinonaktifkan Sementara karena Perkara Cuitan
Ilustrasi. ©2022 Merdeka.com/Arie Basuki
NEWS | 8 Juli 2022 17:44 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok menjatuhkan sanksi kepada ER, guru honorer sekolah dasar negeri (SDN) di Depok. Pasalnya dia sempat melontarkan cuitan di sosial media yang dianggap sebagai fitnah terhadap Habib Rizieq Shihab atas penutupan Holywings. Untuk sementara waktu ER tidak diperbolehkan mengajar. Dia pun saat ini dalam proses pemeriksaan Disdik Depok.

"Sementara di rumah dulu sambil menyelesaikan masalah yang ada. Karena mungkin akan dipanggil ke Dinas. Jadi enggak perlu ke sekolah," kata pihak SDN Pondok Petir 3, Zainul Arifin, Jumat (8/7).

Ketika ditanya apakan nantinya ER akan dirumahkan, Zainul mengaku tidak tahu pasti. "Belum tahu, karena menunggu keputusan dari dinas, biar fokus juga, karena banyak tamu yang datang ingin ketemu dia. Yang kita rekom, oknum guru itu dikembalikan ke dinas untuk mengambil tindakan lebih lanjut," ujarnya.

Dirinya mengaku kaget dengan hal yang dilakukan ER. Karena selama ini ER dikenal sebagai sosok pendiam. "Kepribadian dia sebenarnya kalau di sekolah itu pendiam dalam artian enggak terlalu banyak cakap lah, bicara juga cuma secukupnya aja. Cuma memang ada sedikti ya, namanya manusia kurang disiplin mungkin ada ya," tukasnya.

ER sendiri belum lama mengajar di SDN Pondok Petir 3. ER sebelumnya pernah mengajar di SDN Serua 1. "Pindah ke sini (SDN Pondok Petir 3) sekitar September, jadi itungannya baru 10 bulan di sini," ujarnya.

Ditegaskan bahwa hal yang dilakukan ER adalah murni urusan pribadi. Dia mengatakan, hal itu tidak ada kaitannya dengan kepentingan sekolah.

"Itu kan memang murni pribadi dia Twitter dia, akun dia sendiri, kita juga konfirmasi tuh ke rumahnya, saya sama kepala sekolah, sama guru juga sempat datang. Dan dia pun memang mengakui itu atas nama pribadi tidak bersangkutan dengan sekolah, tapi memang dia bertugas disini. Jadi kan yang ramai kan tuh oh ini sekolahnya, ini tempat kerjanya, padahal itu memang murni (urusan) dia," ungkapnya.

Dia mengaku tidak terlalu paham motif ER bertindak hal kontroversi tersebut. Namun diduga karena ER karena kesal dengan pihak-pihak yang kerap menyudutkan pemerintah.

"Kalau alasan sebenarnya bukan secara organisasi, bukan secara sekolah, itu pribadi. Alasannya itu dia enggak senang, ataupun merasa kecewa dengan orang-orang yang menjelek-jelekan pemerintah," pungkasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Penjelasan Polisi soal Rumah Guru SD Digeruduk Ibu-Ibu Buntut Holywings-Rizieq Shihab
Holywings Resmi Digugat Rp36,5 Triliun Buntut Promo Alkohol Nama Muhammad dan Maria
Gubernur Edy Rahmayadi: Holywings di Medan Tak Kantongi Izin Usaha, Harus Tutup
VIDEO: Dampak Politik Anies Usai Tutup Semua Holywings di Jakarta
Menakar Dampak Politik Bagi Anies Baswedan Usai Penutupan Holywings
DPRD Medan: Jangan Sampai Ada Penjualan Miras Jika Holywings Dibuka Kembali

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini