Seorang Kader Demokrat di Bandung Tewas Dianiaya Preman

Seorang Kader Demokrat di Bandung Tewas Dianiaya Preman
Ilustrasi mayat. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/forestpath
NEWS | 5 Juli 2022 21:20 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Dua warga Kabupaten Bandung, menjadi korban pembacokan preman. Salah seorang korban merupakan kader Partai Demokrat meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Ranckuya, Desa Sangiang, Kecamatan Rancaekek, Senin (4/7). Korban diketahui meninggal dunia bernama Misa Munggara, rekannya Dede Koswara menderita luka dan menjalani perawatan.

Sedangkan tersangka berinisial IS sudah ditangkap. Polisi saat ini masih mencari satu tersangka berinisial AP.

2 dari 3 halaman

Kronologi

Kapolsek Rancaekek, Kompol Nanang mengatakan, peristiwa itu bermula saat tersangka dalam keadaan mabuk datang ke rumah korban. Mereka memanggil korban sedang menjahit.

"Korban diajak keluar oleh pelaku sesudah itu korban kembali masuk ke rumah selang beberapa menit pelaku datang dan masuk ke rumah korban dan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban M dengan menggunakan golok yang mengakibatkan luka di bagian muka, kepala belakang dan pundak," ucap Nanang, Selasa (5/7).

Sementara korban lainnya terluka di pundak kanan dan tangan kanan akibat dibacok.

3 dari 3 halaman

Pelaku Bikin Resah Warga

Adik korban, Santi (23) mengatakan, kondisi para pelaku dalam keadaan mabuk. Mereka pun sudah terkenal sebagai preman yang kerap meresahkan warga.

"Lagi mabuk parah, sudah terkenal lah sebagai preman kampung. Awalnya ngobrol biasa, sebelumnya emang kakak saya sudah kenal sama mereka. Setelah ngobrol, mereka sempat pulang, enggak lama balik lagi, sambil bawa senjata,” terang Santi.

Santi melanjutkan, salah satu pelaku kemudian berteriak di depan rumah bahwa kakaknya pernah memukul adiknya. Namun menurut Santi keterangan pelaku tersebut tak benar.

"Tapi itu ceritanya enggak benar. Lalu membacok dan kabur,” ucap dia.

Keluarga sempat membawa korban ke rumah sakit. Namun dinyatakan meninggal dunia. Dalam kasus ini, dia memastikan korban tak memiliki permasalahan dengan pelaku.

"Emang orang itu sama adiknya suka bikin onar jadi semua warga juga sudah tahu. Tapi sebenarnya emang enggak ada masalah satu sama lain, secara keluarga juga enggak,” kata dia.

Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bandung, Saeful Bachrie menyatakan bahwa korban meninggal adalah salah seorang kader Partai Demokrat. Mewakili pengurus partai, ia menyampaikan belasungkawa untuk keluarga korban.

"Mudah-mudahan polisi bisa mengusut tuntas dengan kita juga menyiapkan lawyer untuk mendampingi bagaimana mengawal kasus ini. Korban ini ketua ranting di Sangiang, di desa. Kemudian alumni taruna akademi Demokrat juga di Kogasma di pusat. Jadi aktivitasnya tidak diragukan lagi. Kader berprestasi, langsung Kogasma dengan mas AHY, mas ketum," terang dia.

"Anaknya yang kelas 1 SD ini kita dorong untuk menerima beasiswa dari DPC sampai sekolah selesai. Rencana kita juga usul rumahnya di dapat bantuan rutilahu dari fraksi Demokrat kabupaten Bandung. Belum ada kabar ke AHY, Cuma udah sampai ke pusat DPP, DPD udah kita laporkan,” pungkasnya.

(mdk/gil)

Baca juga:
Babak Belur Dikeroyok Pegawai Bar, Artis Claudio Martinez Alami Patah Hidung
Suami Pengangguran dan Kerap Minta Uang Judi, Giliran Digugat Cerai Tusuk Istri
VIDEO: Dipolisikan Usai Ngamuk, Kepala Kantor Pos Sidikalang Berakhir Dicopot!
Seorang Artis Babak Belur Dikeroyok Pegawai Bar usai Kakinya Diinjak
Seorang Ibu di Sumatera Utara Tega Lempar Anaknya ke Sungai
Motif Pria Berkaus Polisi Aniaya Ibu dan Anak di Bekasi, Memeras untuk Bayar Utang
Dipaksa Aborsi dan Uang Digelapkan, Pegawai Asuransi Laporkan Pacar ke Polda Metro

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini