Seorang Penyulut Kembang Api Yang Sebabkan Pengunjung di Malioboro Luka Ditangkap

Seorang Penyulut Kembang Api Yang Sebabkan Pengunjung di Malioboro Luka Ditangkap
PERISTIWA | 1 Januari 2020 19:03 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Seorang warga Klaten, Agus Julianta (45) mengalami luka di bagian kepala karena insiden letusan kembang api di Ngejaman, Kawasan Malioboro pada malam pergantian tahun 2019.

Letusan kembang api ini berawal dari seorang pengunjung yang menyulutnya. Bukannya diarahkan ke atas, kembang api justru mengarah ke arah kerumunan pengunjung Malioboro yang sedang menunggu malam pergantian tahun.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Sutikno mengatakan pihaknya telah menangkap seorang pengunjung Malioboro yang menyulut kembang api hingga melukai pengunjung lainnya. Terkait insiden kembang api itu seorang pria berinisial AK (28) disebut Sutikno telah.

Sutikno menjelaskan pelaku ditangkap sesaat usai insiden letusan kembang api terjadi. Saat ini pelaku berinisial AK itu usai menjalani pemeriksaan intensif telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Iya sudah diamankan pelakunya. Dari pihak pelaku sama keluarganya bersedia tanggung jawab untuk pengobatan korban. Tapi kami pastikan proses hukum tetap berjalan," ujar Sutikno, Rabu (1/1).

Sutikno menyebut untuk korban letusan kembang api masih menjalani perawatan intensif. Korban, sambung Sutikno sebelumnya sempat dirawat di RS PKU Muhammadiyah, Kota Yogyakarta sebelum dirujuk ke RS Bethesda, Kota Yogyakarta. (mdk/bal)

Baca juga:
Pengunjung di Malioboro Alami Luka di Kepala Akibat Letusan Kembang Api
Kemeriahan Pesta Kembang Api Sambut Tahun Baru 2020 di Ancol
Malam Tahun Baru 2020, KPAI Ingatkan Orang Tua Tak Beri Mercon ke Anak
Polisi Ingin Malam Tahun Baru Tanpa Petasan dan Bebas Macet
Polisi Imbau Warga Tak Main Petasan Saat Merayakan Tahun Baru

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami