Seorang Terapis Pijat di Tangsel Pingsan Saat Diinterogasi Petugas

Seorang Terapis Pijat di Tangsel Pingsan Saat Diinterogasi Petugas
Ilustrasi. ©2020 REUTERS/Ricardo Moraes
NEWS | 7 Oktober 2020 14:14 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memeriksa pengelola Delta Lite BSD, Tangerang Selatan. Tempat pijat tersebut nekat beroperasi di masa perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Salah satu terapis sempat pingsan saat diinterogasi.

Sebelumnya, Sat Reskrim Polres Tangsel melimpahkan 32 terapis, pengelola usaha dan dua sekuriti panti pijat tersebut ke Satpol PP Tangsel, setelah menggerebek operasional tempat usaha tersebut.

"Kita sudah melakukan pemeriksaan ke terapisnya, pengelolanya memang benar di sana sudah beroperasi kegiatan pijat oleh Delta Lite," jelas Kepala Seksie Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Tangsel, Muksin Al Fachri, Rabu (7/10).

Muksin menjelaskan, pada pemeriksaan yang dilakukan sejak malam kemarin, terdapat satu terapis yang pingsan saat diinterogasi petugas. Namun pihaknya memastikan seluruh pegawai yang diperiksa tersebut menunjukkan hasil nonreaktif Covid-19.

"Selesai kita melakukan pemeriksaan memang ada yang rasa cemasnya tinggi sampai dia pingsan. Lalu kami bawa ke Puskesmas Serpong untuk dilakukan pemeriksaan, pengobatan dan Alhamdulillah tidak lama setelah diberikan tambahan oksigen kembali sehat. Tadi pagi kita sudah lakukan rapid tes yang bekerja sama dengan Dinas kesehatan Tangerang Selatan. Tidak ada satupun yang reaktif artinya dalam posisi negatif," jelasnya.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah terapis Delta Lite kepada Satpol PP Tangsel, sebelumnya mereka mengikuti pelatihan sebagai terapi di suatu lembaga di Bogor.

"Para terapis yang baru ini mereka sebulan itu dilatih terapis oleh salah satu lembaga pendidikan kursus di Bogor, lalu mereka dikerjakan di Delta dengan beberapa catatan yang menurut pengelolanya apabila melakukan perbuatan asusila di Delta maka akan dilakukan pemecatan, seperti itu," jelas dia.

Berdasarkan data milik Satpol PP Tangsel, para terapis tersebut rata rata berusia 20 tahun hingga 25 tahun. "Tadi didata kami mereka rata-rata orang Indramayu, Subang. Ada juga dari Pandeglang. Usia dibawah 25 tahun paling muda 20 tahun. jadi mereka pelatihan dulu," ucapnya.

(mdk/cob)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami