Seorang Warga Garut Dicokok Polisi Diduga Terkait Game Menistakan Agama

PERISTIWA | 12 November 2019 02:04 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Seorang warga berinisial IG (38) diamankan tim cyber crime Mabes Polri pada Sabtu (9/11) dari kediamannya di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. IG diduga membuat game isinya menghina agama Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Isi game yang diduga menistakan Islam dan Nabi Muhammad SAW itu diketahui setelah salah satu pengguna aku twitter mengunggah gambar konten game tersebut pada Sabtu (9/11).

Isinya unggahan Twitter itu yakni saat pemain menunggu pemain lain ada empat kalimat yang menistakan agama Islam dan Nabi Muhammad.

Dalam akun twitter disebutkan bahwa pemilik akun aplikasi game online dalam playstore adalah IG, termasuk juga disertakan alamat yang bersangkutan. Pemilik akun pun sempat membuat klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf karena isi kontennya di luar pengetahuan IG.

1 dari 3 halaman

Reaksi MUI Garut

Ketua MUI Kabupaten Garut, Siradjul Munir mengecam adanya temuan game yang menghina itu. Dia pun berharap agar kasus tersebut segera terungkap dengan jelas siapa yang telah dengan nyata menistakan agama Islam dan Nabi Muhammad.

"Kita telah menerima informasi akan aplikasi itu. Kita berharap agar polisi dengan cepat mengungkap karena aplikasi tersebut sudah sangat meresahkan," ujar Siradjul, Senin (11/11).

Dari informasi yang diterimanya, seorang warga memang sudah dicokok polisi. Oleh karena itu, dia pun mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan adanya hal tersebut.

"Kalau terpancing malah jadinya tujuan mereka tercapai. Percayakan kasus ini akan ditangani oleh pihak kepolisian dengan baik," kata dia.

2 dari 3 halaman

Kronologi Penangkapan IG

Ketua RW 07, Desa Suci, Kecamatan Karangpawitan, Hilal Judin (44) membenarkan bahwa salah seorang warganya berinisial IG (38) diamankan polisi pada Sabtu (9/11) malam. Dia menyebut bahwa IG dijemput pihak kepolisian di rumah mertuanya yang masih satu desa.

Hilal menyebut bahwa awalnya dia menerima telpon dari salah seorang anggota Polres Garut agar datang ke tempat yang disebutkan yaitu rumah IG. Saat itu sendiri ia tengah bersiap untuk menghadiri pengajian Maulid Nabi di salah satu mesjid di lingkungan RW 07.

"Awalnya saya tidak mengetahui secara jelas persoalannya apa, tapi saya datang saja. Pa RT juga sudah nampak di sekitar rumah IG dan yang berkomunikasi lebih jauh juga pak RT," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Senin (11/11).

Selang beberapa saat, atau sekitar pukul 20.30 IG bersama sejumlah anggota polisi datang ke rumah IG. Di sana kepolisian melakukan penggeledahan di dalam rumah.

Hilal mengaku tidak menyaksikan secara langsung proses penggeledahan, hanya menyaksikan saja dari luar rumah.

Ia mengungkapkan bahwa proses penggeledahan dilakukan sampai pukul 23.00 WIB.

Pihak kepolisian yang diperkirakan mencapai 12 orang itu membawa sejumlah barang dari dalam rumah seperti telepon genggam, laptop, buku, dan lainnya.

"Dari informasi yang saya terima, sebelum melakukan penggeledahan pak IG ini dibawa dari rumah mertuanya. Karena memang yang orang sini itu istrinya. Kalau pak IG ini aslinya orang Ciwalen," ucapnya.

Hilal mengungkapkan bahwa ia cukup mengenal sosok IG. IG diketahui awalnya mengontrak sebuah rumah dan berselang setelahnya membeli kavling tanah di wilayahnya dan membangun rumah diatasnya.

"Saya taunya pak IG ini sebagai konsultan, tapi saya kurang tau juga apa pekerjaannya. Tapi warga disini taunya paj IG ini kerjanya malam hari," katanya.

3 dari 3 halaman

Rajin Beribadah

Hilal menyebut bahwa ia tidak percaya bahwa IG membuat aplikasi permainan yang menistakan agama dan Nabi Muhammad. Hal tersebut menurutnya sangat bertolak belakang dengan ibadahnya yang sangat rajin dan secara sosial pun sangat baik.

"Beliau enggak neko-neko orangnya. Kalau solat lima waktu selalu di mesjid. Secara sosial juga bagus. Kalau ada acara masyarakat juga selalu mendukung," ungkapnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, disebut Hilal, sejumlah warga sempat ada yang akan melakukan reaksi. Namun hal tersebut ia cegah karena apa yang terjadi belum tentu dilakukan oleh IG.

"Saya minta ke warga agar menunggu proses dari kepolisian," katanya.

Mayoritas warga sudah mengetahui bahwa IG diamankan oleh pihak kepolisian, namun duduk persoalannya belum diketahui dengan pasti. "Saya sendiri berharap bahwa apa yang dilakukan pak IG ini tidak benar," ungkapnya.

Kondisi rumah IG sendiri saat didatangi dalam kondisi sepi. Rumah yang bercat warna coklat itu terlihat tertutup. Sebuah mobil warna hitam terparkir di sana.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini IG sudah tidak berada di Mabes Polri karena belum cukup bukti. Namun meski demikian, salah seorang sumber menyebut bahwa proses penyelidikan tetap dilakukan oleh pihak kepolisian. IG pun sejak pagi sudah berada di Garut dan diwajibkan lapor. (mdk/gil)

Baca juga:
Deretan Kontroversi Ade Armando, dari Anies Berwajah Joker Hingga Sebut Azan Tak Suci
Viral Bule Denmark di Bali Tendang Tempat Persembahyangan hingga Roboh
Sakit Hati Cinta Tak Direstui, Pemuda di Surabaya Hina Agama dengan Foto Mantan Pacar
Tanggapan Para Tokoh soal Ceramah Ustaz Abdul Somad
Polisi Masih Kaji Kasus Ustaz Abdul Somad
Pasal-Pasal Kontroversi di RKUHP yang Jadi Sorotan publik
Hari-hari Kelam di Kampus Pakistan Usai Seorang Profesor Dituduh Menghina Islam

TOPIK TERKAIT