Sepak Terjang 'Kemabu', KKB Pimpinan Sabinus Waker buat Resah di Tanah Papua

Sepak Terjang 'Kemabu', KKB Pimpinan Sabinus Waker buat Resah di Tanah Papua
PERISTIWA | 27 Oktober 2020 11:49 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker terlibat kontak senjata dengan tim gabungan TNI-Polri, pada Senin (26/10), sekitar pukul 05.00 Wit. Peristiwa ini terjadi di Kampung Jalae Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Peristiwa itu menewaskan satu anggota KKB, Rubinus Tigau dan seorang lainnya atas nama Hermanus Tipagau ditangkap.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, dua orang anggota KKB itu terlibat dalam penembakan tim TGPF. Penembakan dipimpin oleh Sabinus Waker pada 9 Oktober 2020 lalu, sehingga Bambang Purwoko (anggota TGPF) dan dua anggota TNI-AD terluka.

"Sabinus Waker merupakan adik dari Ayub Waker yang meninggal pada tahun 2019 lalu. Saat ini Sabinus Waker tidak punya pekerjaan tetap. Kehidupan sehari-hari dia mendatangi masyarakat melakukan pemerasan untuk dia dan kelompoknya. Masyarakat di luar Freeport sering diperas," kata Kamal dalam keterangannya, Selasa (27/10).

"Kemudian di lintasan Freeport sering melakukan penembakan dan merampok. Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Sabinus Waker ini memiliki senjata api berjumlah 17 pucuk. KKB kelompok Sabinus Waker itu menamakan diri kelompok 'Kemabu' dengan jumlah anggota 50 orang," sambungnya.

Polisi mencatat, sejumlah kejahatan kriminal KKB kelompok Sabinus Waker yakni pernah terlibat dalam beberapa aksi yang tidak berperikemanusiaan. KKB kelompok Sabinus Waker tercatat memiliki peran penting pada rangkaian kejahatan kriminal yang terjadi di berbagai wilayah di Papua.

"Insiden penyerangan anggota Brimob di tahun 2015. Satu Brimob yang diperbantukan dari Sulawesi Selatan meninggal dunia ditembak. Sabinus Waker merebut dua senjata laras panjang milik Brimob. Senjata jenis senapan serbu Steyr AUG tersebut diduga digunakan saat menyerang anggota Brimob, Sabtu (21/10/2017). Dugaan ini didasarkan dari kemampuan Steyer yang bisa menembak dari jarak jauh, lantaran dilengkapi dengan teleskop," sebutnya.

Tidak hanya itu, KKB kelompok Sabinus Waker juga selalu membuat resah di kawasan Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua sepanjang tahun 2017.

"Kelompok ini dikenal suka melakukan perampasan terhadap warga dan teror penembakan di jalur pertambangan PT Freeport. Polres Mimika sudah menerbitkan DPO terhadap 21 orang pelaku penembakan tersebut," ujarnya.

Puluhan orang yang menjadi pelaku penembakan di wilayah Tembagapura dan masuk dalam DPO Polres Mimika yakni Ayuk Waker, Obeth Waker, Ferry Elas, Konius Waker, Yopi Elas, Jack Kemong, Nau Waker, Sabinus Waker, Joni Botak, Abu Bakar alias Kuburan Kogoya, Tandi Kogoya, Tabuni, Ewu Magai, Guspi Waker, Yumando Waker alias Ando Waker, Yohanis Magai alias Bekas, Yosep Kemong, Elan Waker, Lis Tabuni, Anggau Waker dan Gandi Waker.

Baca Selanjutnya: Rekam jejak kelompok Sabinus Waker...

Halaman

(mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami