Sepak terjang Neno Warisman, perempuan yang vokal suarakan #2019GantiPresiden

Sepak terjang Neno Warisman, perempuan yang vokal suarakan #2019GantiPresiden
PERISTIWA | 28 Agustus 2018 06:15 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Nama Neno Warisman saat ini sedang ramai diperbincangkan publik. Hal ini disebabkan karena wanita kelahiran tahun 1964 itu sangat vokal menyuarakan gerakan #2019GantiPresiden.

Sebelum dikenal sebagai penggerak ganti presiden, Neno lebih dahulu hilir mudik di televisi sebagai publik figur. Berikut ini profil Neno Warisman, penggerak #2019GantiPresiden:

1 dari 3 halaman

Seorang penyanyi dan bintang film

dan bintang film rev1Neno Warisman. ©2018 Merdeka.com/Nur Fauziah

Neno Warisman terkenal sebagai penyanyi di era 80-an. Lagu Neno banyak yang terkenal hingga kini, seperti lagu "Matahariku", begitu pun duetnya dengan Fariz RM, "Nada Kasih", dan juga lagu religi "A Ba Ta Tsa".

Sebagai pemain film, Neno terkenal karena aktingnya sebagai Sayekti di film Sayekti dan Hanafi yang ditayangkan TVRI dan disutradarai oleh Irwinsyah. Selain itu, Neno juga pernah bermain dalam film Semua Sayang Kamu (1989) yang masuk dalam nominasi Aktris Terbaik Festival Film Indonesia 1989. Tahun 2005, Neno bermain dalam film garapan Garin Nugroho Rindu Kami PadaMu (2005). Film ini meraih penghargaan sebagai film terbaik Asia di Osian’s Cinefan Festival ke-7 di New Delhi, India, yang berlangsung 16-24 Juli 2005.

2 dari 3 halaman

Aktif di dunia religi

dunia religi rev1Neno Warisman. ©kapanlagi.com

Pada tahun 1991, Neno memutuskan untuk memakai jilbab dan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk dunia religi, sosial dan pendidikan serta aktif membantu sosialisasi program Pendidikan Anak Dini Usia (PAUD) Departemen Pendidikan Nasional. Sering diundang untuk berbicara di seminar-seminar para ibu. Berbicara terutama tentang pengasuhan anak yang benar, pendidikan negeri, dan kesehatan.

3 dari 3 halaman

Penggerak #2019GantiPresiden

rev1Atribut 2019 Ganti Presiden di CFD. ©2018 Liputan6.com/Faizal Fanani

Sekarang Neno menjadi salah satu penggerak #2019GantiPresiden. Dia bahkan berkeliling kebeberapa kota untuk menyuarakan ganti presiden tersebut. Namun sayangnya kota-kota yang dikunjungi Neno menolak kedatangannya. Contohnya saat Neno akan melakukan deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru pada Minggu 26 Agustus. Namun, saat tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim, Kota Pekanbaru, Sabtu (25/8), dia diadang massa yang menolak kedatangannya.

Massa yang diperkirakan seratusan orang itu menolak kedatangan Neno Warisman karena akan melakukan acara deklarasi #2019GantiPresiden. Massa tersebut membentangkan beberapa spanduk bertuliskan tolak deklarasi ganti presiden pada ruas jalan pintu keluar bandara. Akibat penolakan warga dan tidak izin dari pihak kepolisian Riau, Neno dipulangkan ke Jakarta. (mdk/has)

Baca juga:
Ngabalin sebut #2019GantiPresiden gerakan makar
Luhut soal #2019GantiPresiden dilarang: Ya ndak papa daripada bentrok
Pengadangan Neno Warisman, Gerindra minta Kapolda dan Kabinda Riau dicopot
Sindir deklarasi 2019GantiPresiden, Hasto ingatkan soal etika dan pendidikan politik
Koalisi Jokowi tuding aksi 2019#GantiPresiden ditunggangi kelompok tertentu
OSO nilai #2019GantiPresiden sebagai kampanye kebencian

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami