Sepi Penumpang Akibat Covid-19, Railbus Solo-Wonogiri Setop Beroperasi Sementara

Sepi Penumpang Akibat Covid-19, Railbus Solo-Wonogiri Setop Beroperasi Sementara
PERISTIWA | 4 Juli 2020 20:29 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Railbus 'Batara Kresna' relasi Solo-Wonogiri berhenti beroperasi akibat sepi penumpang terhitung mulai bulan Juli 2020 . Pandemi Covid-19 membuat masyarakat enggan bepergian menggunakan kereta api (KA) perintis yang dipesan semasa Wali Kota Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo mengatakan pengoperasian KA Batara Kresna berhenti hanya untuk sementara waktu. Setelah kondisi kembali normal nanti, KA yang banyak dimanfaatkan oleh wisatawan tersebut akan kembali beroperasi seperti biasa.

"Karena kondisi Covid-19 untuk sementara berhenti dulu. Kalau beroperasi yang naik kesana (Wonogiri) hanya 2 orang, balik 2 orang, ya janganlah. Sementara pakai bus lagi, nanti kalau sudah normal kita operasikan lagi," ujar Rudy saat ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Sabtu (4/7).

Tak hanya railbus, Rudy menyebut, KA wisata Jaladara dan bus tingkat wisata Werkudoro selama pandemi covid-19 juga berhenti beroperasi. Namun untuk kedua sarana wisata tersebut saat ini sedang diujicobakan kembali dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Wisatawan menunggu itu, anak-anak butuh itu," katanya.

Railbus Batara Kresna diluncurkan Rabu, 11 Maret 2015, oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, di Stasiun Purwosari, Solo. Kereta buatan PT INKA Madiun tersebut memiliki 3 rangkaian dengan kapasitas angkut maksimal 117 penumpang dengan tempat duduk 28 seat setiap Gerbong nya.

Selama ini, pada hari biasa, pengguna KA Batara Kresna rata-rata adalah para pelaju Solo-Wonogiri. Namun pada akhir pekan, biasanya KA dipenuhi wisatawan, terutama dari kalangan anak-anak.

1 dari 1 halaman

Dihubungi terpisah, Manajer Humas PT KAI Daop 6, Eko Budiyanto menyampaikan, penghentian operasional KA Batara Kresna merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan. Eko enggan menjelaskan alasan penghentian operasional tersebut.

"Arahan Ditjen Perkeretaapian, mulai 1 Juli berhenti operasi. Kalau alasannya langsung kewenangan Kemenhub," katanya.

Eko tak menampik jika jumlah penumpang selama pandemi menurun. Namun sejak diberlakukannya new normal jumlah penumpang mulai bertambah. (mdk/ray)

Baca juga:
Kemenhub Luncurkan Layanan Teman Bus Gratis Hingga Akhir Tahun di Solo
Mulai 13 Juli, Stasiun Bogor dan Cilebut Hanya Bisa Gunakan Kartu Multitrip
4 Kapal Pelni Kembali Berlayar ke Manokwari, Calon Penumpang Wajib Tes Bebas Covid-19
Aturan Perjalanan Dalam Negeri: Wajib Rapid Test dari Fasilitas Kesehatan Pemerintah
Besok, 5 Kereta Jarak Jauh Beroperasi Dari Jakarta

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami