Serang Hakim Pakai Ikat Pinggang, Seorang Pengacara Cederai Peradilan

PERISTIWA | 18 Juli 2019 22:20 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Hakim HS diserang pengacara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/7). Mahkamah Agung menyesalkan tindakan itu. Perbuatan menyerang hakim sama saja mencederai pengadilan.

"Tindakan atau perbuatan yang terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat merupakan perbuatan yang mencederai lembaga peradilan, dan merupakan contempt of court. Masalah peradilan tidak hanya hakim dan aparat pengadilan saja, tetapi semua pihak yang berada di dalam ruang pengadilan/ruang persidangan harus menghormatinya," ucap Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA Abdullah, dalam keterangannya, Kamis (18/7).

Dia menuturkan, semua pihak wajib menjunjung tinggi etika profesi masing masing. Hakim harus patuh pada kode etik. Panitera harus patuh kepada kode etik. Jaksa harus patuh pada kode etik. Advokat juga harus patuh pada kode etiknya.

"Perbuatan yang dilakukan tidak saja bertentangan dengan kode etiknya, tetapi sudah masuk ranah tindak pidana," jelas Abdullah.

Persidangan merupakan tempat sakral. Semua pihak harus menghormatinya. Jika ada pihak yang belum bisa menerima putusan hakim, cukup disampaikan sesuai aturan yang berlaku. Itu sudah jadi etika persidangan.

"Dalam rekaman terlihat jelas persiapan pelaku sampai perbuatan tersebut dilakukan pada saat Hakim membacakan putusannya, yaitu Hakim diserang pada saat menjalankan jabatannya," ucapnya.

Sebelumnya, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Makmur menjelaskan, peristiwa terjadi pukul 16.00 WIB di ruang Sidang Subekti. Saat itu, hakim sedang menangani perkara perdata nomor 223/pdtg/2018/Pn Jakarta Pusat.

"Ketika majelis hakim tengah mengadakan membacakan putusan yang mana pada bagian pertimbangannya yang sudah mengarah uraian pada petitum gugatan ditolak," kata Makmur saat konferensi pers, Kamis (18/7).

Pengacara penggugat berinisial D berdiri dari tempat kursi selaku kuasa penggugat melangkah ke depan majelis hakim yang membacakan pertimbangan putusan.

"Sekonyong-konyong menarik ikat pinggang untuk menyerang majelis hakim yang sedang membacakan putusan," ujar dia.
Gesper itu pun mengenai dahi Ketua Majelis hakim berinisial HS, dan Hakim Anggota berinisial DB. Menurut dia, saat ini, pengacara tersebut diamankan Polsek Kemayoran.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Saat Sidang, Kuasa Hukum Tomy Winata Serang Hakim dengan Ikat Pinggang
Serang Hakim PN Jakpus, Pengacara Tommy Winata Diperiksa Intensif Polisi
Penyerangan Tim Satgas Karhutla Polisi & TNI di Jambi, 45 Orang Diciduk
Kooperatif Pemeriksaan Kasus Penganiayaan, Patrich Wanggai Tak Ditahan Polisi
Gadis yang Dibakar Eks Pacar Gara-Gara Diputuskan Cinta Akhirnya Meninggal

(mdk/noe)