Serapan Anggaran Untuk Bansos Covid-19 di Jawa Barat Mencapai Rp1,5 Triliun

Serapan Anggaran Untuk Bansos Covid-19 di Jawa Barat Mencapai Rp1,5 Triliun
PERISTIWA | 1 Juli 2020 05:31 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Total anggaran penanganan Covid-19 di Jawa Barat Rp1,423 triliun. Sejauh ini, serapan anggaran sudah mencapai Rp1,158 triliun dengan dominasi untuk penggunaan jaring pengamanan sosial atau bantuan sosial.

Sekretaris dan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad mengatakan, selain untuk bantuan sosial, anggaran pun digunakan untuk pengadaan alat kesehatan.

"Untuk bansos itu (sudah terserap) Rp1,158 triliun. Untuk alat kesehatan Rp248 miliar terserap," kata Daud di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (30/6).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kemudian menyiapkan Rp26 miliar untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Barat yang bertugas menangani pandemi Covid-19. Dari angka itu, Rp23 miliar untuk insentif dan Rp3 miliar untuk santunan kematian nakes yang gugur selama pandemi. Namun ia tidak menjelaskan rinci teknis dan kapan anggaran itu disalurkan.

Mengenai penggantian bantuan sosial berupa telur, akan diganti oleh susu dan masker lima lembar. Penggantian itu ia pastikan tidak mengurangi nilai rupiah yang substitusi. Paket bansos Pemprov Jabar bagi warga terdampak Covid-19 sendiri berisi kombinasi paket sembako senilai Rp350 ribu dan uang tunai sebesar Rp150 ribu.

Sebanyak 1.466.375 keluarga rumah tangga sasaran (KRTS) terdampak Covid-19 yang tidak masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) menjadi penerima bansos dari Pemprov Jabar.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jabar Dodo Suhendar menambahkan, data itu berdasarkan hasil validasi terbaru. Data KRTS non-DTKS tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor: 406/Kep.251-Dinsos/2020 tentang Daftar KRTS non DTKS Penerima Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bagi Masyarakat yang Terdampak Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19.

1 dari 1 halaman

Fitur Tampilan Data Bisa Diakses Disabilitas

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar yang juga Ketua Divisi Pelayanan Informasi, Pusat Data dan TIK Gugus Tugas Jabar Setiaji mengatakan aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) terus diperbarui.

Pikobar berkolaborasi dengan 16 pihak/start up/komunitas dalam pengembangannya. Selain itu, hingga kini terdapat 38 aplikasi/fitur dalam aplikasi Pikobar. Terdapat fitur baru yang memungkinkan aplikasi Pikobar digunakan oleh penyandang disabilitas netra atau tunanetra.

"(Aplikasi) Pikobar sekarang user friendly untuk tunanetra, jadi teman-teman netra sekarang bisa menggunakan Pikobar. Tombol yang tadinya dibaca, untuk tunanetra bisa dikeluarkan suara," ujar Setiaji melalui keterangan tertulis.

Menurut Product Manager Pikobar Adityo Trimurdani menjelaskan fitur teranyar bagi tuna netra memanfaatkan fitur bawaan Android dan iOS.

"Jadi di Android ada Talkback di iOS ada VoiceOver. Ketika kedua fitur itu di masing-masing device (gawai) pengguna diaktifkan, maka nanti aplikasi Pikobar tombol-tombolnya dikonversi menjadi audio. Jadi misal klik Data Jabar, yang muncul audionya," pungkasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Jabar Serap Anggaran Covid-19 Rp1,4 T, Belum Termasuk Insentif Tenaga Medis
Ridwan Kamil: Sukabumi Masuk Zona Hijau, Boleh Siapkan Simulasi Sekolah Fisik
Bansos Telur Dianggap Banyak Masalah, Ridwan Kamil Ganti dengan Susu dan Masker
Putus Penyebaran Covid-19, Pemprov Jabar Gelar Rapid Test Massal di Bogor
Atasi Banjir di Tasikmalaya, Pemprov Jabar Bakal Undang BBWS Citanduy

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5