Serikat Buruh NU Tolak Aksi 22 Mei

PERISTIWA | 20 Mei 2019 17:47 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Presiden Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K Sarbumusi) Nahdlatul Ulama, Syaiful Bahri Anshori mengaku tidak setuju rencana aksi people power yang dipicu akibat adanya dugaan kecurangan dalam Pemilu. Dia menilai, aksi yang akan digelar 22 Mei bertentangan dengan hukum.

"Sarbumusi tidak sepakat dengan sekelompok orang yang akan melakukan gerakan people power karena itu bertentangan dengan hukum dan akan menjadikan negara ini tidak stabil, bahkan bisa mengarah ke konflik horizontal dan konflik sosial," ungkap Syaiful, Senin (20/5).

Syaiful meminta kepada semua pihak untuk menghormati hasil Pemilu dan menyelesaikan dugaan kecurangan Pemilu melalui jalur Konstitusional.

"Kita harus menghormati hasil Pemilu yang berjalan dengan baik dan lancar dan menghormati hasil kerja KPU dan Bawaslu," katanya.

"Kalau ada hal-hal yang dianggap melanggar atau curang harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang ada, apakah itu lewat MK atau yang lainnya," imbuhnya.

Anggota Komisi I DPR RI tersebut juga mengimbau kepada Serikat Pekerja yang lain untuk tidak usah ikut-ikutan aksi people power.

"Menghimbau kepada semua Serikat Pekerja dan Serikat Buruh untuk tidak usah ikut aksi people power," tandasnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
PDIP: Penghasut dengan Narasi Curang Adalah Mengingkari Rakyat
Penjelasan-Penjelasan Polisi Soal Keamanan Jakarta pada 22 Mei
Aksi 22 Mei Dinilai Bukan Gerakan Jihad
Menhub Budi Setuju Pilot Pengajak Aksi 22 Mei Ditindak Kepolisian
Jelang Aksi 22 Mei, Polisi Lakukan Pemeriksaan di Stasiun dan Terminal Solo

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.