Seskab Pramono Anung: Tak Mudik Bukan Berarti Kehilangan Kesyahduan Idulfitri

Seskab Pramono Anung: Tak Mudik Bukan Berarti Kehilangan Kesyahduan Idulfitri
Pramono Anung. ©2018 Humas Setkab/Jay
NEWS | 14 Mei 2021 13:55 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Sekretaris Kabinet Pramono Anung menilai, bahwa perayaan hari raya Idulfitri tahun ini tidak mudah dilewati lantaran masih dalam keadaan pandemi. Namun, baginya kebijakan peniadaan mudik pada lebaran kali ini bukan berarti menghilangkan silaturahmi dengan keluarga.

"Kita tahu bahwa Hari Raya Idulfitri ini dilalui dengan tidak gampang karena pemerintah telah mengeluarkan larangan untuk tidak pulang mudik yang merupakan tradisi yang sudah melembaga di dalam masyarakat. (Namun) dengan tidak mudik bukan berarti kita akan kehilangan kesyahduan, kebersamaan, silaturahmi dari peristiwa Hari Raya Idulfitri ini," ujar Pramono, Jumat (14/5).

Dia bilang, momen Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah ini dilalui umat muslim masih di tengah suasana pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pemerintah mengambil kebijakan peniadaan mudik untuk menekan laju penyebaran virus corona.

"Tentunya kita harus mematuhi larangan untuk tidak mudik, sekaligus untuk melawan pandemi Covid-19. Jangan sampai kita kemudian membawa virus kepada keluarga, orang-orang yang kita kasihi di kampung halaman kita," kata politisi PDIP itu.

Seskab Pramono mengingatkan semua pihak untuk tetap waspada dalam menghadapi pandemi yang masih melanda. Jangan sampai lengah dengan virus corona.

"Atas nama pribadi, atas nama lembaga Sekretariat Kabinet, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri. Mudah-mudahan Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah ini kita bisa lalui dengan baik, dan sekaligus jangan sampai kita lengah untuk melawan pandemi Covid-19," pungkasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Pramono Anung Ngaku Aneh Lihat Anaknya Berseragam Bupati, Ini Potretnya
Cerita Tiga Sekjen PDIP Soal Megawati Kerap Bicara Politik Hijau
JK: Bagaimana Cara Kritik Pemerintah Tanpa Dipanggil Polisi?
Istana: Pemerintah Butuh Kritik Terbuka, Pedas dan Keras dari Pers
Istana: Pemerintah Butuh Kritik Terbuka, Pedas dan Keras dari Pers

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami