Seskab: Presiden bakal terbitkan 2 perpres untuk LRT & kereta cepat

PERISTIWA | 18 Agustus 2015 19:28 Reporter : Muhammad Sholeh

Merdeka.com - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan dua peraturan presiden (Perpres) mengenai rencana pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) dan kereta cepat Jakarta-Bandung. Jokowi meminta agar dua perpres ini dapat selesai paling lambat akhir bulan ini.

"Jadi akan ada dua perpres, yang kita sebut dengan LRT dan High Speed Train Jakarta-Bandung. Perpres ini kita siapkan karena presiden seperti yang disampaikan dalam nota keuangan RAPBN kemarin betul-betul memfokuskan untuk infrastruktur," kata Pramono di Istana, Jakarta, Selasa (18/8).

Pramono menjelaskan, pembangunan infrastruktur ini tidak hanya dibangun di Jawa. Tetapi juga dibangun di delapan kota di luar Jawa.

"Karena Jakarta ini rule model maka harus segera diselesaikan supaya nanti di Bandung, Surabaya, Medan, Jogja, Palembang, Semarang dan kota lainnya bisa dilakukan dengan cara yang sama. Maka itulah jadi concern presiden agar dua itu bisa diselesaikan perpres ini selambat-lambatnya 31 Agustus," jelasnya.

Untuk LRT sendiri, belum ada kesepakatan antara Pemprov DKI Jakarta dengan pemerintah pusat. Bahkan dalam rapat terbatas tadi, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berdebat sengit dengan menteri-menteri.

Sedangkan untuk kereta cepat Jakarta-Bandung, pemerintah masih mengkaji dan belum memutuskan siapa yang bakal menjadi investor dan penggarap proyek tersebut. Antara Jepang dan China sama-sama berebut dan berambisi agar menjadi pemenang dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini.

Baca juga:

Ingin LRT digarap PT Jakpro, Ahok debat sengit dengan para menteri

Ratas soal LRT berlangsung sengit, Jokowi tinggalkan ruangan

Bahas LRT, Jokowi gelar ratas di Istana

Genjot infrastruktur, pemerintah diminta belajar dari Yunani

Jika terwujud, kereta supercepat diyakini sepi peminat

Proyek kereta cepat dinilai perlebar jurang Indonesia barat & timur

China janji kereta cepat Jakarta-Bandung serap 400.000 tenaga kerja

(mdk/bal)