Setelah Diidentifikasi, Jenazah 2 Bocah Kapal Tenggelam Diserahkan ke Keluarga

Setelah Diidentifikasi, Jenazah 2 Bocah Kapal Tenggelam Diserahkan ke Keluarga
PERISTIWA | 7 Juli 2020 02:43 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Hasil identifikasi terhadap dua jenazah korban kapal nelayan yang tenggelam di perairan Pukuafu, Minggu (5/6) kemarin, oleh tim DVI Bidokes Polda Nusa Tenggara Timur menyatakan, dua korban atas nama Januar Salvian Poy dan Felisia Poy.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang, Kompol Heri Purwanto kepada wartawan menjelaskan, identifikasi tersebut berdasarkan pemeriksaan posmortem dan pengambilan data ante mortem, lalu dilakukan rekonsiliasi. Dari data posmortem ada dua nomor body, sedangkan dari ante mortem ada enam laporan data sebelum meninggal.

"Data posmortem ada dua jenazah, kemudian data ante mortem-nya ada enam yang masuk, setelah kita lakukan rekonsiliasi maka kita dapat kesimpulan bahwa pada body nomor B012020/Tenau, identik dengan data ante mortem nomor 06. Yaitu kita dapatkan kesamaan dari data Medis, yaitu laki-laki umur tiga tahun, dengan ciri-ciri rambut lurus, alis tebal, ada tahi lalat di kepala dan ada bekas luka di lutut, kemudian gigi depan ada patah," jelasnya, Senin (6/6).

Dari properti didapatkan juga ada kesamaan, yakni baju berwarna biru, celana jeans biru dan ada cincin polos di tangan kanan. Sehingga pada body nomor B012020/Tenau, teridentifikasi sebagai Januar Salvian Poy.

"Kemudian pada body B022020/Tenau, itu identik dengan data ante mortem 02, dimana yang identik dengan data medis adalah, wanita umur kurang lebih enam tahun, ada tahi lalat di sekitar pipi, berambut panjang, kemudian gigi depan patah. Kemudian properti yang kita dapatkan baju putih polos, sesuai dengan data ante mortem 02. Disamping itu ada persamaan visual dengan foto jenazah sebelum meninggal dunia, sehingga pada body B022020/Tenau, atas nama Felisia Poy," jelas Kompol Heri Purwanto.

Kedua jenazah kemudian diserahkan kepada perwakilan keluarga lalu dibawa ke rumah duka di Batuplat Kota Kupang, untuk disemayamkan.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, Setelah melakukan pencarian, tom dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang, Nusa Tenggara Timur, berhasil menemukan dua orang penumpang kapal nelayan yang tenggelam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang, Emi Frizer, mengatakan, dua penumpang itu ditemukan sudah meninggal dunia.

"Ditemukan sudah meninggal dunia. Mereka tersangkut di tali pukat," ujarnya kepada wartawan, Minggu (5/7).

Menurut dia, dua penumpang kapal yang meninggal merupakan anak-anak, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Selain menemukan dua orang yang meninggal, Basarnas juga menyelamatkan seorang penumpang pria dewasa lainnya.

Sedangkan dua penumpang lainnya juga berhasil selamat dan ditemukan oleh Kapal Cepat Bahari Express pada koordinat 10° 26' 08.37" S - 123° 20' 42.53" E.

Saat ini, kata Emi, jenazah dua anak dan satu penumpang yang selamat, sedang berada di atas kapal KN SAR Antereja.

Hingga kini, tim Basarnas masih melakukan pencarian 19 penumpang lainnya yang masih hilang.

Kapal nelayan yang mengangkut 28 orang itu tenggelam di antara Perairan Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao, Minggu (5/7) siang. (mdk/rhm)

Baca juga:
Ada Tangan Melambai di Sungai Musi, Ternyata Mayat Bocah 7 Tahun Tenggelam
Mandi di Sungai Musi, Bocah 7 Tahun Tenggelam
Lepas dari Pantauan Ibu, Balita Hanyut di Saluran Irigasi
Cari Bambu Buat Layang-layang, Pemuda di Bali Hilang usai Terpeleset ke Sungai
Asyik Berselancar di Pantai Marbela Anyer, Satu Wisatawan Meninggal Diterjang Ombak
Wahidin Hilang Terseret Arus Sungai Ciwulan Tasikmalaya Saat Memancing

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami