Setelah Lama Anjlok, Harga Ayam di Jateng Melonjak Drastis

PERISTIWA | 3 Juli 2019 02:34 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Usai anjlok dalam beberapa bulan, harga ayam di tingkat peternak mengalami kenaikan drastis selama beberapa hari terakhir. Namun sejumlah pedagang menilai, kenaikan tersebut tidak wajar. Dikhawatirkan tingginya harga tersebut tidak bisa bertahan lama.

Menurut pantauan, selama sepekan lalu harga ayam masih anjlok di angka Rp 8000 hingga Rp9000 per kilogram. Namun dalam pekan ini harga sudah di angka Rp18 ribu per kilogram.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Jawa Tengah, Parjuni menilai, lonjakan harga ayam lepas kandang tersebut tidak wajar. Pasalnya jika melihat jadwal pembibitan saat periode Lebaran lalu, harga dan pasokan diprediksi baru akan kembali normal setelah 5 Juli mendatang.

"Menurut saya, kenaikan harga ini terlalu cepat terjadi. Saya khawatir tingginya harga ayam lepas kandang ini tidak bisa berlangsung lama," katanya, Selasa (2/7).

Sebenarnya, lanjut dia, kenaikan harga tersebut baik bagi peternak, namun dikhawatirkan jika bisa berlangsung lama. Kendati demikian, ia mengaku mengapresiasi langkah terobosan yang dilakukan pemerintah. Pasalnya, dengan adanya pemangkasan bibit sebesar 30 persen di wilayah Jawa Tengah dapat mengurangi pasokan ayam di pasaran.

"Dengan demikian, diharapkan tingginya harga ayam bisa berlangsung lebih lama," tandasnya.

Baca juga:
Bantu Pemulihan Harga, Kemendag Minta Kementerian Lain Serap Daging Ayam
Kementan Klaim Harga Daging Ayam Mulai Alami Kenaikan
Naikkan Harga Daging Ayam, Kemendag Siap Serap Produksi Peternak
Investigasi Anjloknya Harga Daging Ayam, Satgas Pangan Cek 3 Daerah
Kementan Turunkan Satgas Pangan Atasi Anjloknya Harga Ayam

(mdk/cob)