Setop Ekskavator Kupas Lahan, Camat di Tenggarong Diduga Dianiaya

Setop Ekskavator Kupas Lahan, Camat di Tenggarong Diduga Dianiaya
Camat di Kukar Diduga Dianiaya. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 10 Mei 2021 01:16 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Arfan Boma seorang Camat Tenggarong di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, diduga dianiaya sekelompok warga, Minggu (9/5) siang, di kawasan Mangkurawang, Tenggarong. Pemicunya diduga warga kesal lantaran Arfan berani menghentikan aktivitas ekskavator.

Video berdurasi 54 detik yang diterima merdeka.com, terlihat Arfan meminta pria diduga operator ekskavator keluar dari area aktivitas ekskavator yang diduga sedang melakukan pengupasan lahan. Pria yang diminta Arfan itu balik bertanya, bagaimana dia bisa meninggalkan ekskavator yang masih berada di lokasi aktivitas.

"Kalian jalan kaki saja, saya nggak peduli. Kalian masuk ke sini nggak ada ngomong dengan saya. Keluar!" kata Arfan, dalam video yang direkam menggunakan ponsel itu.

Arfan menerangkan, selama ini dia lebih banyak berdiam diri melihat aktivitas serupa di wilayah yang menjadi tanggungjawabnya. "Saya nggak peduli, ribut ribut sekalian. Diam saya selama ini kalian semakin menjadi jadi. Keluar kalian mas," tambah Arfan.

"Saya tahu kalian nggak bersalah. Tapi kalian keluar. Kasih tahu Taufik saya yang nyuruh gitu. Berhenti! Seenaknya kalian ini," seru Arfan lagi.

Diduga, Arfan kesal karena aktivitas ekskavator merusak areal kebun warganya yang menjadi sumber pendapatan. "Rusak tanah ini. Orang pakai berkebun, mencari nafkah, kalian obrak abrik. Rusak tanah ini," tegas Arfan.

Beredar foto Arfan diduga jadi korban penganiayaan di tengah aksi dia menyetop aktivitas ekskavator itu. Kendati demikian, saat dikonfirmasi wartawan, dia belum bersedia memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Nanti saja. Saya masih di Polsek, masih diperiksa," kata Arfan.

Peristiwa itu sedang ditangani kepolisian di Kutai Kartanegara. Belum diketahui pasti tujuan aktivitas kupas lahan itu. Penyidik masih mendalami keterangan saksi-saksi terkait peristiwa itu.

"Terduga pelakunya (pelaku penganiayaan) ada di Polres. Kita dalami dulu keterangan saksi-saksi, dalami dulu pemeriksaan," kata Kasat Reskrim Polres Kutai Kartanegara AKP Herman Sopian. (mdk/gil)

Baca juga:
Polisi Kupang Tangkap Pelaku Penembakan dan Penganiayaan Terhadap Ayah serta Anaknya
Pria Penampar Imam Masjid di Pekanbaru Ditetapkan Jadi Tersangka
Polisi: Pria Penampar Imam Masjid di Pekanbaru Alami Gangguan Kejiwaan
Kasus Pengemudi Ojek Online Pukul Bocah 14 Tahun di Tangerang Berakhir Damai
Imam Masjid di Pekanbaru Ditampar, Pelaku Ditangkap Polisi
9 Orang Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Pesilat di Jember

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami