Siap Salurkan Bansos Sembako, Budi Waseso Tunggu Keputusan Mensos

Siap Salurkan Bansos Sembako, Budi Waseso Tunggu Keputusan Mensos
Budi Waseso di Kantor Bulog. ©2019 Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono
NEWS | 9 April 2020 16:42 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Dirut Perum Bulog Budi Waseso menyatakan kesiapan pihaknya untuk terlibat dalam program bantuan sembako yang saat ini sedang dibuat pemerintah. Program bantuan sembako ini dibuat pemerintah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang akibat merebaknya Covid-19. Hanya memang hingga saat ini Bulog belum dilibatkan untuk program tersebut, termasuk dari segi pendanaan.

"Kami berharap dengan yang dikucurkan pemerintah berkaitan dengan suplai, peran bulog untuk suplai dalam kondisi Covid-19 ini, sampai sekarang memang kami belum dapat dukungan dana dari pemerintah. Yang berkaitan dengan dukungan dana Covid-19," kata dia dalam RDP virtual bersama Komisi IV, Kamis (9/4)

Buwas mengatakan saat ini, keputusan terkait program bantuan sembako tersebut berada dalam wewenang Kementerian Sosial. Kendati demikian, pihaknya terus memproduksi paket-paket sembako tersebut untuk dapat diedarkan kepada masyarakat.

"Dana ini semua terpusat di Menteri Sosial jadi kami menunggu bagaimana keputusan Kemensos. Kami sudah siap pada prinsipnya bahwa paket-paket kami seperti paket kartu sembako dan yang lain, kami tetap produksi paket-paket itu," jelas dia.

"Namun kami tidak bisa langsung mengedarkan itu (masyarakat). Karena memang masalah bantuan ini dan paket sembako ini ada di Kemensos. Jadi kita tidak bisa langsung mendistribusikan itu," lanjutnya.

Dia memastikan jika kemudian pihaknya dilibatkan dalam distribusi bantuan sembako tersebut, maka ada sejumlah mekanisme distribusi yang dapat dibuat. Mekanisme tersebut bertujuan untuk membantu proses distribusi sekaligus mengedepankan imbauan jaga jarak.

"Apabila memang disetujui distribusi langsung ke masyarakat yang mendapatkan (penerima manfaat), kami menyarankan menggunakan sistem online dimana masyarakat tidak perlu datang atau berduyun-duyun, tapi langsung alamat per alamat langsung kami distribusikan kepada yang bersangkutan dan ini tidak menambah biaya karena sudah masuk dalam paket," tandasnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Dirut Bulog Budi Waseso Curhat Sulitnya Dapat Izin Impor Gula Hingga Buat Harga Naik
Bulog Target Serap 577.000 Ton Beras Petani Hingga Juni 2020
VIDEO: Menjamin Pangan Warga di Tengah Pandemi Corona
Bulog Khawatir Impor Gula 50.000 Ton Terhalang Lockdown
Saat Sembako Murah Lebih Utama Dibanding Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami