Siapa AHS, Anggota Keluarga Cendana Diduga Terlibat MeMiles?

PERISTIWA | 16 Januari 2020 22:08 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Dugaan keterlibatan keluarga Cendana (istilah untuk keluarga mantan Presiden Soeharto) dalam investasi bodong MeMiles telah diungkap polisi. Namun, polisi belum mengungkap identitas jelas siapa saja yang keluarga Cendana yang dimaksud.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim, Kombes Gidion Arif Setyawan tidak menampik jika keluarga Cendana yang dimaksud adalah cucu dari mantan Presiden Soeharto. "Iya benar (cucu Soeharto)," kata Gidion, Kamis (16/1).

Ditanya soal siapa cucu dari mantan Presiden Soeharto yang dimaksud, Gidion enggan membukanya. Ia hanya menyarankan untuk menanti semuanya pada pekan depan saat jadwal pemeriksaan.

"Ditunggu saja (jadwal pemeriksaannya), nanti tahu sendiri," tegasnya.

1 dari 1 halaman

Pekan Depan Polisi Periksa AHS

Sebelumnya, polisi kembali menemukan fakta adanya aliran dana maupun hadiah dari investasi bodong MeMiles ke salah satu keluarga "Cendana". Hal ini terungkap dari berita acara pemeriksaan (BAP) salah seorang tersangka.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, ada nama inisial AHS yang muncul dalam berita acara pemeriksaan. Tidak hanya AHS, namun sang istri dan satu orang keluarganya lagi, juga turut menerima reward atau hadiah dari MeMiles.

"Saya gak nyebutin (keluarga Cendana) ya. Ada yang jelas namanya inisial AHS dan istrinya dan satu orang keluarganya yang lain," tegasnya, Kamis (16/1).

Ia menambahkan, terkait dengan hal itu penyidik telah melayangkan panggilan pada AHS Selasa (21/1) pekan depan. "Sudah kita layangkan panggilannya, pemeriksaan dijadwalkan Selasa depan," tambahnya.

Lalu, apa yang diterima oleh keluarga Cendana itu, Kapolda menyebut ada yang sudah menerim reward atau hadiah berupa kendaraan mewah. Namun sayang, Kapolda tak menyebut apa status keluarga Cendana itu dalam investasi MeMiles, apakah member atau lainnya.

"Ada yang sudah menerima mobil mewah. (Status) belum tahu pemeriksaannya, yang jelas mendapatkan reward," tegasnya.

Dalam kasus ini polisi telah menangkap 4 orang tersangka investasi ilegal MeMiles PT Kam and Kam. Keempatnya yakni Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT.

Sementara itu modus perusahaan ilegal itu bergerak di bidang jasa pemasangan iklan dengan menggunakan sistem penjualan langsung melalui jaringan keanggotaan.

Dari modus ini, para tersangka dapat merekrut setidaknya 240 ribu anggota. Untuk memperlancar perekrutan, setiap anggota yang berhasil merekrut anggota baru mendapatkan komisi atau bonus dari perusahaan.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 122 miliar lebih, 18 unit mobil, 2 sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya. Selain itu, sederet nama artis yang terkait dengan MeMiles pun akan diperiksa oleh Kepolisian. (mdk/gil)

Baca juga:
Tersangka MeMiles Bertambah 1 Orang, Perannya Pengadaan dan Distribusi Hadiah
Anggota Keluarga Cendana Diduga Terlibat MeMiles, Inisial AHS
Member MeMiles Tuntut Aplikasi Dibuka, Polisi Bilang 'Bukan Kami yang Menutup'
Polisi: Kadiv Pas Riau Tak Terima Reward Rp50 M, Meski Top Up Rp50 Juta di MeMiles
Ahmad Dhani: Mulan cuma Menyanyi dan Dibayar Profesional, Masa Diperiksa Polisi
Top Up Rp200 Juta, Anggota MeMiles ini Mengaku Tidak Rugi Cuma Dapat Rp45 Juta
Ahmad Dhani Kesal Mulan Dipanggil Polisi Terkait Investasi Ilegal Memiles

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.