Sidang Cebongan dinilai belum ungkap kasus secara utuh

Sidang Cebongan dinilai belum ungkap kasus secara utuh
Sidang kasus Lapas Cebongan. ©2013 Merdeka.com/faqih
PERISTIWA | 6 September 2013 14:29 Reporter : Ahmad Baiquni

Merdeka.com - Sidang perkara pidana penyerangan Lapas Cebongan yang dilakukan 12 anggota Kopassus telah berujung pada vonis. Majelis Hakim Pengadilan Militer II-11 telah menyatakan para terdakwa terbukti bersalah melakukan penyerangan kepada empat orang tahanan titipan Polda DIY.

Namun demikian, Ketua Deputi Pengembangan Sumberdaya HAM Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Zainal Abidin menilai persidangan belum mengungkap fakta kejadian secara utuh. Menurut dia, masih banyak fakta yang belum terungkap dalam persidangan itu.

"Ada beberapa catatan kritis, antara lain masih banyak fakta yang sepertinya perlu diungkap terkait keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus Cebongan. Hal ini dalam konteks untuk mencari kebenaran agar kasus penyerangan ini dapat diungkap secara utuh," ujar Zainal saat dihubungi di Jakarta, Jumat (6/9).

Zainal mengatakan, fakta persidangan mengungkapkan adanya keterlibatan pihak lain dalam penyerangan itu. Hal itu terungkap dari fakta yang menyebut adanya pertemuan dan beberapa pesan pendek yang diterima para pelaku sebelum penyerangan terjadi.

"Itu harus dibongkar. Karena hal itu sangat penting terutama bagi keluarga korban agar dapat mengetahui secara pasti persoalan yang terjadi demi keadilan," kata dia.

Meski demikian, Zainal mengapresiasi putusan yang diberikan majelis hakim. Dia melihat pengadilan berusaha menunjukkan itikad baik seperti menjalankan proses peradilan dengan cepat dan terbuka.

"Pandangan saya, ada mekanisme penghukuman yang dilakukan dalam artian di tengah banyak keterbatasan mereka melaksanakan proses peradilan secara cepat. Vonis yang dijatuhkan pun setimpal dengan perbuatan para terdakwa," pungkas Zainal.

Seperti diberitakan sebelumnya, Serda Ucok Tigor Simbolon divonis 11 tahun penjara dan dipecat dari dinas kemiliteran karena terbukti terlibat pembunuhan berencana. Sementara 11 anggota Kopassus lainnya dihukum penjara bervariasi. (mdk/ian)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami