Sidang di PN Tangsel Digelar Online, Terdakwa dan Pengacara Dihadirkan di Lapas

Sidang di PN Tangsel Digelar Online, Terdakwa dan Pengacara Dihadirkan di Lapas
PERISTIWA | 1 April 2020 23:34 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, tetap melaksanakan persidangan perkara pidana di tengah pandemi Covid-19. Persidangan, yang selama ini dilakukan di kantor Pengadilan Negeri Tangerang, kini dilakukan jarak jauh secara online.

Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, memastikan seluruh penanganan hukum di wilayah yuridisnya, tetap berjalan meski terkendala kebijakan sosial dan physical distancing.

"Kami menaati seluruh aturan dan anjuran pemerintah untuk menaati protokol kesehatan WHO. Dan berdasarkan surat Mahkamah Agung atas Memorandum Nomor 72/DJU/PS.00/3/2020 tanggal 26 Maret 2020, Surat Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor 379/DJU/PS.00/3/2020 yang ditindaklanjuti Surat Edaran Jaksa Agung RI Nomor 4 tahun 2020. Kita menggelar persidangan pidana jarak jauh," ungkap Kepala Seksi Intelejen Kejari Tangsel, M. Taufik Akbar, Rabu (1/4).

Menurutnya, sidang jarak jauh dengan cara teleconfrence ini, tidak begitu berbeda dengan pelaksanaan sidang yang diselenggarakan di ruang pengadilan secara langsung dengan tatap muka.

"Pelaksanaan masih sama, hanya tidak menghadirkan terdakwa dalam persidangan," kata Taufik.

Sedangkan pimpinan sidang mulai dari Hakim Ketua, para hakim anggota, jaksa dan saksi tetap berada di lokasi mereka masing-masing.

"Sedangkan untuk terdakwanya di Lapas, dengan pendampingan Penasehat hukum. Petugas kejaksaan, pengadilan dan petugas lapas. Sehingga terdakwa benar-benar bisa memberikan keterangan dengan bebas tanpa ada tekanan," ucap dia

Taufik menerangkan, sampai saat kebijakan bekerja di rumah diterapkan, seluruh pelayanan kejaksaan tetap berjalan. Sesuai aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan baru-baru ini.

"Pejabat struktural tetap masuk untuk memastikan pelayanan agar tetap berjalan, yang lain bisa WFH. Disini kalau ada yang sakit sedikit, juga mending kita suruh berobat dan istirahat. Intinya sesuai Protap Covid-19," tands dia. (mdk/gil)

Baca juga:
Menkum HAM Sebut Belum Ada Warga Lapas Terpapar Virus Corona
Cegah Corona di Lapas, Menkum HAM Berencana Bebaskan 300 Napi Korupsi
Kemenkum HAM Bebaskan 5.556 Napi Cegah Corona Akibat Lapas Over Kapasitas
Cegah Covid-19, 30.000 Lebih Narapidana dan Anak Diusulkan Bebas
Cegah Penyebaran Corona, Ratusan Narapidana di Bali Dibebaskan
Cegah Penyebaran Corona di Tahanan, Menkum HAM Bebaskan Sebagian Narapidana

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami