Sidang Gugatan eks Mentan ke Majalah Tempo Ditunda, Ada Berkas yang Belum Lengkap

PERISTIWA | 9 Desember 2019 12:14 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang gugatan mantan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, terhadap Majalah Tempo. Namun, sidang gugatan terpaksa ditunda oleh Ketua Majelis Hakim Fahmiron.

Sebabnya, pihak penggugat yakni Sabrman Saragih belum melengkapi berkas seperti Berita Acara Sumpah dan Kartu Identitas (ID Card) seperti yang hakim minta.

"Sidang kita tunda 1 minggu yang akan datang, tanggal 16 Desember. Masih kelengkapan administrasi dari penggugat ya," kata Ketua Majelis Hakim Fahmiron dalam persidangan, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Pada persidangan kali ini, pengadilan masih melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi dari pihak penggugat dan tergugat. Saat memeriksa kelengkapan tersebut, kuasa hukum dari Tempo selaku tergugat telah melengkapi berkas-berkas yang diperlukan.

"Kami sudah siap, karena dari kemarin masih menunggu administrasi dari penggugat," kata pengacara LBH Pers, Ade Wahyudin.

1 dari 1 halaman

Bermula dari Berita Investigasi Swasembada Gula Cara Amran dan Isam

Diketahui, Tulisan investigasi 'Swasembada Gula Cara Amran dan Isam' di majalah berita mingguan (MBM) Tempo digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Penggugat adalah mantan menteri pertanian.

Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaksel, Rabu (6/11), gugatan itu bernomor 901/Pdt.g/2019/PN.Jkt.Sel. Para tergugat adalah PT Tempo Inti Media Tbk, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Arief Zulkifli dan Penanggung Jawab berita investigasi Majalah Tempo, Bagja Hidayat.

"Menghukum Para Tergugat untuk membayar ganti kerugian kepada Penggugat baik materiil maupun immateriil yang dibayarkan langsung ke kas negara sebesar; kerugian materil sebesar Rp22.042.000,00 (dua puluh dua juta empat puluh dua ribu rupiah) dan kerugian immateril Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah)," demikian tuntutan Mentan.

Selain itu, Amran juga meminta Tempo memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada penggugat atas perbuatan melawan hukum tersebut, yang harus dimuat dalam iklan/advertising yang diterbitkan oleh surat kabar Nasional dan Majalah Tempo selama 7 (tujuh) hari berturut-turut dengan ukuran minimal 1/2 (setengah) halaman surat kabar sejak putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap.

"Menghukum para tergugat untuk meralat dan meminta maaf kepada penggugat (Kementerian Pertanian RI) secara terbuka di minimal 10 media cetak dan elektronik nasional mainstream atas pemberitaan Majalah Tempo Edisi 4829/9-15 September 2019 hasil liputan "INVESTIGASI SWASEMBADA GULA CARA AMRAN DAN ISAM" dan berita-berita negatif sebelumnya (yang besarnya kolom dan penempatan ditentukan oleh Penggugat)."

Dimohonkan juga sita jaminan terhadap rumah atau kantor berupa tanah berikut bangunan di atasnya; Gedung Tempo, di Provinsi Jakarta, Jalan Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan.

"Menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) setiap hari keterlambatan dalam melaksanakan putusan ini. Menyatakan agar putusan dapat dijalankan terlebih dahulu, walaupun ada bantahan, banding ataupun kasasi dari Tergugat (uitvoor bar bij voorraad). Menghukum para tergugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara ini." (mdk/lia)

Baca juga:
Gugatan Mentan ke Tempo Bisa Jadi Preseden Buruk Kebebasan Pers Era Jokowi
Berita Investigasi Gula, Mentan Gugat Majalah Tempo Rp100 Miliar
Jawaban Majalah Tempo Sampul Gambar Jokowi Dilaporkan ke Dewan Pers
Relawan Jokowi Mania Laporkan Majalah Tempo ke Dewan Pers
PSI kecam aksi FPI di kantor Tempo
AJI sebut aksi FPI di kantor Tempo bentuk intimidasi kebebasan pers

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.