Sidang Gugatan Siswa SMA Gonzaga Tak Naik Kelas Akan Dimediasi

PERISTIWA | 11 November 2019 12:06 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang lanjutan atas gugatan perdata Yustina Supatmi, orang tua murid SMA Kolase Gonzaga, Jakarta. Yustina melayangkan gugatan itu karena anaknya berinisial BB yang saat ini duduk di kelas XI atau 2 SMA tak naik kelas.

Namun sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Lenny Wati Mulasimadhi, ditunda. Penundaan dikarenakan kasus ini akan dilakukan mediasi antara kedua belah pihak dalam hal itu orang tua murid dan pihak sekolah.

"Majelis akan menunda sidang sampai majelis terima waktu laporan dari mediator. Diberikan 30 hari," kata Lenny dalam persidangan, Senin (11/11).

Dalam proses mediasi nanti, katanya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah menyiapkan satu hakim atau mediator untuk melakukan mediasi.

"Sudah lengkap para pihak, apakah ada mediator. Jika tidak, majelis akan menunjuk Pak Doktor Fahmiron sebagai hakim mediator," ujarnya.

"Pada para pihak jangan dulu pulang. Tunggu di bagian info akan dipanggilkan nanti ditemu oleh mediator," sambungnya.

Lenny berharap kasus ini dapat berujung damai usai adanya mediasi antar pihak keduanya.

"Majelis akan menunggu hasil mediasi dari mediator. Jadi sifatnya ini untuk musyawarah, kalau bisa damai," tutupnya.

1 dari 1 halaman

Gonzaga Digugat Bermula dari Anak Didik Tak Naik Kelas

Diketahui, orangtua siswa SMA Kolese Gonzaga Jakarta menggugat kepala sekolah, guru dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta ke pengadilan. Alasannya, sang anak tidak naik kelas.

Terkait hal itu, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pengembangan Karakter Peserta Didik Disdik DKI Jakarta, Taga Radja Gah mengatakan, Permendikbud No 53 tahun 2015 memberikan kewenangan atas dewan guru untuk memberikan penilaian.

"Ada Peraturan Menteri Nomor 53 tahun 2015 tentang standar penilaian. Standar prosesnya itu bahwa rapat dewan pendidik itu adalah forum tertinggi memutuskan segala sesuatunya. Rapat dewan pendidik ya. Salah satunya adalah naik atau tidak naiknya siswa atau lulus tidak lulusnya siswa. Jadi di Gonzaga itu rapat dewan pendidik sudah memutuskan," kata Taga dikutip dari Antara, Jumat (1/11).

Lebih lanjut, Taga mengatakan, mendapatkan laporan ada persoalan masalah batas nilai murid yang berkaitan dan beberapa catatan buruk. Laporan dia terima murid tersebut pernah merokok dan makan kuaci di dalam kelas.

"Si siswa ini satu mata pelajaran nggak tuntas yaitu sejarah. Peminatan nilainya 68. KKM-nya 75. Nah kemudian ternyata jauh sebelumnya memang laporannya ada kasus saat live in program Katholik di Cilacap, dia kena tegur karena kasus disiplin," kata dia. (mdk/lia)

Baca juga:
Siswa yang Orangtuanya Gugat Gonzaga Karena Tak Naik Kelas Pilih Pindah Sekolah
PN Jaksel Tunda Sidang Gugatan Wali Murid SMA Kolase Gonzaga Pekan Depan
Disdik DKI Sebut Siswa Gonzaga Tak Naik Kelas Pernah Merokok & Makan di Kelas
Anak Tak Naik Kelas Sekolah Digugat, KPAI Sebut Guru Berhak Beri Nilai Siswa
Digugat Orang Tua Murid, Pimpinan SMA Gonzaga Keluar Kota

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.