Sidang Narkoba Nunung, Hakim Dengar Kesaksian Polisi saat Penggerebekan

PERISTIWA | 9 Oktober 2019 19:19 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sidang kasus penyalahgunaan narkotika, oleh terdakwa Nunung 'Srimulat', dan sang suami Jan Sambiran (JJ) dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi jaksa penuntut umum (JPU). Jaksa Bobi Mokoginta mengatakan empat orang polisi yang menangkap keduanya dihadirkan hari ini.

"Mereka adalah AKP Telly Areska Putra, Aipda IGN Komang Diana, Bripda Julius Fernando, dan seorang Polwan bernama Amelda," kata Bobi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (9/10).

Dituturkan saksi AKP Telly saat penggeledahan mencari barang bukti atas dugaan terkait, mereka tak menemukan barang bukti sabu. Hanya, alat seperti bong, sedotan, yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkoba tersebut.

"Penggeledahan pertama kita belum ketemu tapi kita coba geledah ke kamar dengan didampingi Pak Juli kita temukan sedotan bong, dan Saudara Nunung mengatakan barang bukti sudah dibuang ke closet," kata Telly kepada majelis hakim.

Saat penggeledahan lanjutan, AKP Telly mengatakan Nunung mengakui masih menyimpan 0,36gram. Namun barang haram tersebut berbeda dengan yang dibuang ke closet sebelumya.

"Saudara Nunung mengatakan itu dari pembelian sebelumnya, sebanyak 2 gram juga dan itu sisanya. Mereka beli itu Rp2,3 juta jadi total Rp4,6 juta," terang Telly.

Kesaksian empat polisi ini diketahui senada dan diamini oleh terdakwa tanpa sanggahan kuasa hukum mereka.

Nunung dan suami pun didakwa JPU dengan tiga Pasal yakni 112, 114, dan 127 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun.

Reporter: Muhammad Radityo

Baca juga:
Pemasok Sebut Sudah Lebih dari 3 Kali Transaksi Sabu dengan Nunung
Suasana Sidang Lanjutan Terdakwa Nunung dan Suami di PN Jaksel
Pihak Nunung Belum Terima BAP, Sidang Molor Lebih dari 6 jam
VIDEO: Sidang Perdana, Nunung dan Suami Didakwa 3 Pasal Berlapis
Nunung: Apa yang di Persidangan Kita Iya Iya, Enggak Ngomong Macam-Macam
Alasan Nunung dan Suami Tak Ajukan Nota Keberatan Didakwa Tiga Pasal

(mdk/rhm)