Sidang praperadilan, tersangka mobil listrik klaim tak ambil untung

Sidang praperadilan, tersangka mobil listrik klaim tak ambil untung
PERISTIWA | 26 Oktober 2015 16:30 Reporter : Diaz Abraham

Merdeka.com - Sidang praperadilan kasus mobil listrik yang menjerat Direktur Utama PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (26/10). Sidang perdana yang diketuai oleh Hakim Nani Indrawati memaparkan pertimbangan tersangka mengajukan praperadilan.

Melalui kuasa hukumnya, Dasep mengaku keberatan dengan penetapan sebagai tersangka karena dia sama sekali tidak mendapat untung dari proyek mobil listrik. Selain itu, tersangka tidak terlibat dalam sebuah tender. Kliennya hanya membuatkan mobil listrik pesanan beberapa perusahaan.

"Bahwa pada fakta pemohon tidak terlibat tender maupun berkeuntungan dengan petugas BUMN untuk membuat mobil listrik. Tetapi PT BRI, PT PGN, PT PMS yang ikut tersedia memberikan sponsor sehingga untuk pembuatan mobil listrik di Indonesia yang berpengalaman untuk melakukan segala motivator adalah pemohon sehingga mereka memesan mobil listrik kepada pemohon jadi pemohon mempunyai workshop yang hanya meminta pemesanan PT BRI, PT PGN, PT PMS," kata salah satu kuasa hukum Dasep yakni Andriko Saputra pada sidang praperadilan di PN Jakarta Selatan, Jakarta (26/10).

Sidang praperadilan kasus mobil listrik ini digelar cukup cepat. Sidang akan dilakukan berturut turut selama sepekan.

"Lima hari senin sampe jumat itu sudah kesimpulan. Putusan sendiri bisa senin atau selasa," kata Vidi Galenso Syarief, kuasa hukum Dasep.

Besok, Selasa (27/10), pengadilan akan menggelar sidang kedua dengan agenda mendengarkan saksi ahli kasus tersebut. Dia optimis bakal memenangkan praperadilan. Meski demikian, kata dia, tidak menutup kemungkinan permohonannya digugurkan majelis hakim.

"Kita tidak boleh khawatir. Kita belum ke kemenristek masalah kemungkinan digugurkan memang bisa saja terjadi," lanjutnya. (mdk/noe)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami