Sidang Sugi Nur Ditunda, Massa Pro dan Kontra Terlibat Adu Pukul

PERISTIWA | 20 Juni 2019 16:08 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Sidang lanjutan kasus Sugi Nur Raharja alias Gus Nur batal digelar karena saksi jaksa tidak datang. Seperti sidang sebelumnya yang diwarnai kericuhan, kali ini pendukung dua kubu sempat terlibat adu pukul.

Insiden ini terjadi usai sidang Sugi Nur dinyatakan ditunda di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Massa dua kelompok berbeda terlibat adu pukul di luar gedung PN Surabaya.

"Awalnya Banser itu tanya sama tiga orang FPI, trus tiba-tiba terjadi adu pukul begitu saja," kata Abdul Rokhim, salah satu saksi mata saat berada di Jalan Arjuno, Kamis (20/6).

Insiden yang diawali dengan aksi saling dorong dan saling pukul yang sempat terjadi, tidak berlangsung lama. Sebab, aparat Kepolisian melerai kedua kelompok tersebut. Polisi kemudian berhasil membubarkan keduanya.

"Polisi datang dan membubarkan Banser dan FPI yang sempat bertengkar" tambahnya.

Sementara itu, Sugi Nur mengaku kecewa dengan penundaan sidang lantaran saksi dari jaksa tidak hadir. Padahal, jauh-jauh dari Padang, sengaja hadir dalam persidangan dengan dakwaan ujaran kebencian tersebut.

"Maaf bahasa saya agak kasar, siapapun kalian yang melaporkan saya, sekarang gimana. Saya sudah korbankan jadwal, sudah datang tepat waktu, kalian yang alasan ini, alasan ini, alasan ini. Sekarang saksi ahlinya gak datang alasan salah alamat, maksudnya gimana ini," ujarnya kecewa.

Sebelumnya, kasus Gus Nur ini berawal dari laporan ke polisi oleh koordinator Forum Pembela Kader Muda NU yang sekaligus Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim.

Gus Nur dilaporkan karena video blog (vlog) dengan judul Generasi Muda NU Penjilat. Vlog itu diunggah Gus Nur di akun youtube pada 20 Mei 2018.

Ia pun dijerat dengan Pasal 45 ayat (3) jo. Pasal 27 ayat (3) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca juga:
Patroli WhatsApp Grup, Polri Tegaskan Cuma Buat yang Langgar Hukum
Moeldoko Sebut Polisi Razia WhatsApp Grup Demi Keamanan Nasional
Wacana Polisi Razia WhatsApp Grup, Metode Penyadapan atau Bukan?
Wiranto Beri Sinyal Bakal Ada Revisi UU ITE
Ingin Menikah, Pengancam Penggal Kepala Jokowi Ajukan Penangguhan Penahanan
Penahanan Ditangguhkan, Lieus Sungkharisma Turun 8 Kg Selama di Penjara

(mdk/cob)

TOPIK TERKAIT