Sikap sederhana AR Baswedan bikin suku Arab bersatu

PERISTIWA | 29 September 2014 06:33 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Kesederhanaan dan supel dengan berbagai etnis di tanah air, menjadikan keinginan Abdul Rahman (AR) Baswedan membuat peranakan Arab ikut berperan dalam meraih kemerdekaan Indonesia cepat tercapai. Bermodal pengetahuan pendidikan yang didapat dari bangku sekolah dan didikan keluarganya, AR Baswedan tak pernah surut menyerukan golongan Arab supaya mencintai tanah kelahiran mereka, Indonesia.

"Pak AR itu orangnya sederhana saya kenalnya secara personal," kata Sejarawan Anhar Gonggong saat ditemui dalam peluncuran dan bedah buku A.R. Baswedan 'Membangun bangsa merajut keindonesiaan' di Auditorium Museum Nasional, Jl Medan Merdeka Barat No 12, Jakarta Pusat, Kamis (25/9) lalu.

Menurut Anhar, seorang Baswedan tak segan-segan berbagi pengalamannya sebagai salah satu aktivis penggerak kemerdekaan Republik Indonesia. Termasuk pengalamannya dalam usaha menyatukan golongan Arab agar Indonesia cepat merdeka.

"Orangnya sederhana. Suka bercerita. Suka menceritakan pengalamannya sebagai aktivis pergerakan," kata dia.

Saking dikenal keras sebagai orang yang menentang perbedaan status sosial. Maka, kata Anhar, saat pendiri sekaligus ketua Partai Arab Indonesia (PAI) itu diusulkan diberikan gelar sebagai pahlawan nasional hanya menanggapi santai. Baswedan hanya meminta bintang mahaputra.

"Pernah dicalonkan tapi dia mintanya bintang mahaputra," katanya.

Baca juga:

Kisah AR Baswedan berani bikin Partai Arab Indonesia

Cerita foto AR Baswedan pakai blangkon bikin gempar Belanda

Kisah AR Baswedan, disuruh sekolah malah masuk kelas kakaknya

Pemikiran AR Baswedan buah didikan keluarga

Kegigihan dan kesederhanaan Wamen AR Baswedan

AR Baswedan harus diprioritaskan jadi pahlawan

(mdk/gib)