Simpang 7 Joglo Macet, Pemkot Solo Minta Anggaran Pusat Bangun Flyover

PERISTIWA | 25 Juni 2019 11:49 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Pemerintah Kota Solo dipusingkan dengan kemacetan yang semakin parah di simpang tujuh Joglo, Kadipiro. Kemacetan juga diperparah dengan adanya perlintasan kereta api sebidang rute Semarang Solo. Apalagi dalam waktu dekat jalur tersebut juga akan dilewati kereta Bandara Adi Soemarmo.

Pemkot Solo sebenarnya telah sejak lama berencana membangun jalan layang atau flyover di kawasan utara Solo tersebut. Namun anggaran yang diharapkan dari pemerintah pusat tak kunjung turun.

"Sebenarnya kami sudah mengusulkan pembangunan flyoverJoglo ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera). Kalau bisa ditindaklanjuti, mungkin akhir 2020 feasibility study (FS) sudah selesai dikerjakan," ujar Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Selasa (25/6).

Rudyatmo mengatakan, permohonan pembangunan jalan layang tersebut pernah dilakukan tahun 2015 lalu. Sehingga permohonan saat ini hanya pengulangan saja. Saat itu, lanjut dia, Pemkot difasilitasi untuk menyusun detail engineering design (DED).

"Dulu itu sudah DED, tapi begitu perlu pembebasan lahan, rencana pembangunan flyover jadi berhenti. Saya kurang tahu alasannya apa. Karena penyusunan DED dilakukan sebelum saya menjabat wali kota," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Endah Sitaresmi Suryandari menambahkan, terkait pembangunan jalan layang Pemkot Solo hanya mengusulkan ulang. Karena proyek tersebut sudah pernah direncanakan pemerintah pusat.

"Usulan sebelumnya diajukan tahun 1986," jelasnya.

Terkait kebutuhan anggaran, Sita mengatakan Pemkot memilih menyerahkan seluruh tahapan pembangunan kepada pemerintah pusat.

Baca juga:
Gara-gara Dilintasi Truk, Jembatan Darurat di Jalintim Sumatera Ambles
Diklaim Menurun, Jakarta Tempati Posisi Ke-Tujuh Kota Termacet di Dunia
Ditutup Ada Sidang Lanjutan Sengketa Pemilu, Lalu Lintas Jalan Veteran Macet
Gubernur Anies Sebut Peringkat Jakarta Sebagai Kota Termacet Dunia Turun
Jembatan Pematang Panggang Ambles, Lalu Lintas Lampung-Sumsel Terputus
Dikuasai Delman dan PKL, Jalan Dekat Museum Fatahillah Semrawut

(mdk/rhm)