Simpang Siur Keberadaan Harun Masiku, Jokowi Ingatkan Menteri Hati-hati Bicara

PERISTIWA | 24 Januari 2020 15:58 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi merespons terkait simpang siur keberadaan caleg PDIP Harun Masiku. Awalnya buronan KPK itu disebut tinggalkan Jakarta sejak 6 Januari 2020, namun belakangan diralat, Harun sudah kembali pada 7 Januari 2020.

Jokowi berpesan kepada seluruh menterinya karena kasus ini. Dia minta para menteri lebih hati-hati saat bicara dengan media massa.

"Saya hanya ingin, saya hanya pesan, titip kepada semua menteri semua pejabat kalau membuat statement itu hati-hati," kata Jokowi di Istana Negara, Jumat (24/1).

1 dari 3 halaman

Terutama, kata Jokowi, para menteri dan pejabat harus berhati-hati mengucapkan sesuatu yang berkaitan dengan angka dan data. Serta, yang berkaitan dengan informasi.

"Hati-hati. Jangan sampai informasi dari bawah langsung diterima tanpa kroscek terlebih dulu," imbuh Jokowi.

Kepala negara tidak ingin mengomentari lebih jauh apakah Yasonna hanya miskomunikasi dengan Imigrasi. Yang jelas, harus berhati-hati mengucapkan sesuatu apalagi berkaitan dengan hukum.

"Saya tidak tahu. Tapi yang jelas untuk semuanya harus hati-hati dalam membuat pernyataan. Apalagi yang berkaitan dengan hukum, hati-hati," jelas Jokowi.

2 dari 3 halaman

Yasonna sebelumnya mengungkapkan Harun berada di luar negeri sejak 6 Januari 2020. Ditjen Imigrasi mengoreksi bahwa Harun sudah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan Harun masih berada di luar negeri sejak kepergiannya pada tanggal 6 Januari. Hal itu berdasarkan informasi dari Imigrasi.

"Yang kami tahu dan kami yakini informasi dari humas Imigrasi bahwa yang bersangkutan (Harun) di luar negeri, dan belum ada informasi yang kami terima bahwa yang bersangkutan telah kembali ke Indonesia," kata Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (16/1).

3 dari 3 halaman

Hal senada juga diungkapkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Menurutnya, Harun masih berada di luar negeri. "Ke Singapura, jadi tanggal delapan OTT, tanggal 6 dia sudah di luar," kata Yasonna, Kamis (16/1).

Saat dikonfirmasi, Yasonna Laoly enggan memberikan penjelasan terkait keberadaan Harun yang telah berada di Indonesia sejak 7 Agustus 2020. Yasonna memilih untuk langsung pergi meninggalkan kerumunan wartawan yang telah menunggu, ketimbang memberikan penjelasan lebih lanjut terkait tidak terdeteksinya kepulangan kader PDI Perjuangan itu dari Singapura.

"Itu (tanya) Dirjen (Imigrasi)," ujar Yasonna singkat, di Kementerian Hukum dan HAM seperti dilansir Antara. (mdk/rnd)

Baca juga:
Polri Klaim Telah Bentuk Tim Bantu KPK Buru Harun Masiku
Dugaan Konflik Kepentingan Menkum HAM dengan Harun Masiku, Ini Kata PDIP
Soal Pelaporan Yasonna, KPK Pilih Fokus Cari Harun Masiku
Politikus Demokrat Minta Menkum HAM Klarifikasi soal Harun Masiku
Bohong Soal Harun Masiku, Menkum HAM Yasonna Laoly Dilaporkan ke KPK

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.