Sindir Menko Darmin, Demokrat sebut penyakit panu dikasih obat flu

PERISTIWA | 19 Februari 2016 11:52 Reporter : Faiq Hidayat

Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menilai pernyataan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution tidak dewasa dalam menyalahkan kinerja pemerintah sebelumnya. Bahkan Menko Perekonomian Darmin Nasution dinilai tak punya kapabilitas memperbaiki ekonomi saat ini.

"Ini adalah bentuk ketidakdewasaan karena memang tidak mampu. Kita ketahui sampai hari ini perekonomian Indonesia tetap pada posisi yang melorot, pada posisi yang tidak bagus karena memang kebijakan atas usulan menteri perekonomian kebijakannya tidak kena, orang sakit panu dikasih decolgen," kata Agus Hermanto di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/2).

Menurut dia, saat ini Menko Perekonomian Darmin Nasution belum mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kemerosotan ekonomi bukan dari paket kebijakan, namun usulan Menko Perekonomian Darmin Nasution.

"Kita ketahui kemerosotan ekonomi, kemudian kemunduran ekonomi ini karena memang daya beli masyarakat menengah ke bawah itu tidak mempunyai kemampuan sehingga produk dan jasa dalam negeri tidak bisa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, yang akhirnya kalau produk dan jasa tidak bisa diproduksi dan dikonsumsi masyarakat akhirnya perusahaan Indonesia, industri Indonesia akan bangkrut PHK persis seperti sekarang," kata dia.

Menurut Agus, Darmin harus lebih banyak belajar soal peningkatan pertumbuhan ekonomi daripada hanya bisa menyalahkan pemerintah sebelumnya. Dia meminta Darmin mengoreksi dirinya sendiri yang belum mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi saat ini.

"Kalau tidak mampu jangan menyalahkan yang lain. Kalau tidak mampu belajar dong.

Sehingga tadi saya kasih juga pandangan kemerosotan ekonomi tidak pada posisi yang diperbaiki sekarang ini tapi apa tidak ada gunanya? ada gunanya tapi tidak mengobati penyakitnya buktinya sekarang kita makin terpuruk, utang makin banyak ini kan karena Kementerian yang di sektor ekonomi termasuk menteri koordinator bidang perekonomian tidak mempunyai kemampuan untuk memperbaiki perekonomian," tandasnya. (mdk/hhw)

Saran Hary Tanoe untuk pemerintah Jokowi pasca penurunan BI rate

SBY: Yang ingin terus salahkan pemerintah lalu, alamatkan pada saya

Demokrat: SBY tak pernah kambing hitamkan pemimpin sebelumnya

Nilai tukar Rupiah kembali melemah ke level Rp 13.500-an per USD

BPDP kelapa sawit siapkan Rp 90 miliar beri beasiswa ke anak petani

PLN berikan keringanan pembayaran listrik 250 perusahaan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.