Sinergi Cegah Corona, Gubernur Tutup Masjid & Wali Kota Bengkulu Tutup Eks-Lokalisasi

Sinergi Cegah Corona, Gubernur Tutup Masjid & Wali Kota Bengkulu Tutup Eks-Lokalisasi
PERISTIWA | 9 April 2020 13:07 Reporter : Hery H Winarno

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Pemkot Bengkulu terus bersinergi dalam upaya memerangi penyebaran virus corona. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan bahu membahu menetapkan langkah agar virus Corona (covid-19) tidak menyebar lagi secara luas.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah misalnya meminta aparat kepolisian memasang garis polisi di Masjid Agung At Taqwa Kota Bengkulu pada Selasa 31 Maret lalu. Hal ini terpaksa dilakukan pasca meninggalnya anggota Jemaah Tabligh yang menetap di masjid tersebut dan dinyatakan positif virus Corona (covid-19).

Gubernur Rohidin juga meminta gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu, melakukan sterilisasi terhadap seluruh area masjid dan mengisolasi Jemaah Tabligh yang berada di dalam masjid tersebut.

"Saat ini aparat kepolisian telah mengisolasi dan memasang police line di Masjid Agung At Taqwa Kota Bengkulu, dan Jemaah Tabligh andai masih ada di dalamnya tidak boleh keluar," katanya.

Selain itu, lanjut dia, memerintahkan gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Bengkulu segera melacak siapa saja yang pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi positif corona. Selanjutnya, gugus tugas penanganan Covid-19 harus melakukan penelusuran terhadap siapa saja penumpang bus Putra Rafflesia yang berangkat dari Lampung ke Bengkulu bersama dengan pasien terkonfirmasi positif korona tersebut.

Kemudian, menelusuri seluruh tenaga kesehatan di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu, karena sebelumnya pasien terkonfirmasi positif covid-19 tersebut sempat dirawat di sana.

Sementara itu Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan resmi menutup lagi kawasan eks lokalisasi atau tempat praktik prostitusi di Kota Bengkulu, Kamis (9/4/2020). Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan dengan tegas mengatakan tidak boleh lagi ada aktivitas prostitusi di wilayah RT 8 tersebut.

Wali Kota juga meminta petugas yang standby di posko depan eks lokalisasi untuk melarang siapapun orang yang datang atau mau masuk ke RT 8 kecuali warga yang memang sudah menetap atau berdomisili di RT 8 tersebut.

Hal ini ditegaskan Helmi saat meninjau langsung posko Covid-19 di depan gang masuk eks lokalisasi Pulau Baii Kecamatan Kampung Melayu bersama Wakil Wali Kota Dedy Wahyudi. Sudah dipasang spanduk ukuran besar di sana dengan tulisan 'Ditutup!'.

wali kota bengkulu helmi hasan tutup eks lokalisasi di kota bengkulu

Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan Tutup Eks Lokalisasi di Kota Bengkulu ©2020 Merdeka.com

"Di koran saya baca berita ada pemuda dilaporkan ke polisi karena membayar wanita di dalam sana menggunakan uang palsu. Artinya di dalam sana masih ada aktivitas prostitusi. Padahal dulu sudah pernah ditutup. Maka hari ini ditutup lagi oleh pemerintah," tegas Helmi.

Helmi juga memberi semangat kepada petugas yang berjaga di posko, tim dari Satpol PP, Damkar, dinas kesehatan, BPBD, TNI dan Polri. Plt Kasatpol PP Kota Bengkulu Saipul Apandi mengatakan setelah di data ada 47 KK yang tinggal di RT 8 Kelurahan Sumber Jaya (eks lokalisasi).

"Kita sudah data. Setiap yang keluar masuk wajib kita data. Orang luar tidak ada yang boleh masuk," jelas Saipul. (mdk/hhw)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami