Sinkronisasi PSBB, Anies Koordinasi dengan Kepala Daerah Penyangga DKI

Sinkronisasi PSBB, Anies Koordinasi dengan Kepala Daerah Penyangga DKI
PERISTIWA | 8 April 2020 18:33 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama kepala daerah penyangga ibu kota melakukan koordinasi mengenai sinkronisasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), khususnya transportasi umum.

Saat konferensi pers di Balai Kota, Anies mengatakan sinkronisasi dengan kota-kota penyangga Jakarta seperti Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, perlu dilakukan untuk memaksimalkan efektivitas PSBB.

"Perlu ada sinkronisasi dan kami sudah diskusikan itu mudah-mudahan secepatnya bisa disampaikan detail Pergub-nya," kata Anies, Rabu (8/4).

Anies optimis pelaksanaan PSBB di Jakarta bisa terlaksana terlebih lagi Provinsi Banten, Kota dan Kabupaten Bogor disebut turut mengajukan PSBB ke Kementerian Kesehatan.

"Banten, Bogor juga sudah mulai mengajukan PSBB," ucapnya.

Saat ini, imbuh Anies, pihaknya masih melakukan finalisasi penyusunan Peraturan Gubernur (Pergub). Ditargetkan, Pergub selesai dalam waktu dekat.

1 dari 1 halaman

PSBB DKI Mulai Jumat

Diketahui penerapan PSBB di Jakarta berlaku pada Jumat 10 April. Namun, kebijakan ini bukan sebagai bentuk larangan kendaraan untuk masuk keluar Jakarta.

"Kendaraan pribadi tidak ada larangan yang kita atur adalah kendaraan umum tetapi harus ada physical distancing artinya jumlah penumpang kendaraan dibatasi," ujar Anies, Selasa (7/4).

Untuk itu, setiap transportasi publik seperti KRL, MRT, Transjakarta akan ada pembatasan 50 persen penumpang di setiap gerbong. Tidak hanya pembatasan kuantitas penumpang, Anies juga memangkas jadwal operasional transportasi publik yaitu dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.

"Kapasitasnya turun 50 persen misalnya bis bisa diisi 50 penumpang maka tinggal 25 penumpang kita tidak izinkan penuh cukup 50 persen" jelasnya.

Untuk transportasi alternatif seperti ojek online dipastikan boleh beroperasi untuk jasa pengiriman. Namun Anies tidak menjelaskan lebih detil mengenai ojek online yang mengantar penumpang.

Sebab, kata Anies, poin-poin aturan mengenai PSBB hingga kini masih dalam tahap penyelesaian.

Yang jelas, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan maksimal kerumunan yaitu 5 orang, jika melebihi jumlah tersebut maka tindakan langsung oleh aparat penegak hukum akan diberlakukan.

"(Ojek online) untuk deliver barang confirm boleh kendaraan roda 4 bawa penumpang boleh," ujarnya.

Sementara PSBB berlangsung selama 14 hari, sesuai surat keputusan Kementerian Kesehatan. Lamanya masa PSBB bisa diperpanjang melihat situasi dan kondisi. (mdk/eko)

Baca juga:
Driver Ojek Online Pasrah, Tanpa PSBB Saja Hidup Sudah Susah
Menko Muhadjir: PSBB Tak Mudah, Butuh Komitmen Pemerintah & Masyarakat untuk Patuh
Patroli Keamanan Akan Ditingkatkan Selama PSBB
Dishub Kota Penyangga Jakarta Diminta Ikuti Kebijakan PSBB
Selama PSBB, Kendaraan Umum dan Pribadi cuma Boleh Diisi 50 Persen Penumpang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami