Sinyal CVR Sriwijaya Air Mati, Tim SAR Mengandalkan ROV Memudahkan Pencarian

Sinyal CVR Sriwijaya Air Mati, Tim SAR Mengandalkan ROV Memudahkan Pencarian
Pencarian Sriwijaya Air SJ-182. ©Liputan6.com/Faizal Fanani
PERISTIWA | 17 Januari 2021 12:52 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Badan SAR Nasional (Basarnas), Bambang Suryo Aji mengungkap bahwa sinyal yang dipancarkan oleh cockpit voice recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ-182 mati. Matinya sinyal CVR ini membuat pencarian terhadap salah satu bagian kotak hitam pesawat itu menjadi sulit.

"Persoalannya sinyalnya yang ada di CVR itu sudah tidak memunculkan sinyal. Sehingga pencarian dengan finder locator ini sudah tidak bisa seperti itu," kata Suryo di Jakarta International Container Terminal (JICT) II, Jakarta Utara, Minggu (17/1).

Suryo mengatakan pihaknya mengandalkan Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) atau kendaraan operasi bawah laut untuk mempermudah pencarian VCR. Menurutnya, ROV bisa bekerja secara efektif manakala suasana dasar laut dalam kondisi tenang. Sehingga benda-benda yang berada di dasar sana dapat cukup jernih untuk dikenali.

"Yang efektif adalah dengan menggunakan ROV, kerja ROV. Itu maksimal bisa dilaksanakan yang terbaik adalah pada saat malam hari ketika tim penyelam sudah berkurang. Dia membutuhkan suasana di kedalaman itu yang jernih. Sehingga bisa maksimal melihat barang-barang yang ada di bawah," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Temukan Casing CVR...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami