Sistem Peringatan Kebakaran Aktif, Arsul Imbau Anggota DPR Tak Merokok Sembarangan

Sistem Peringatan Kebakaran Aktif, Arsul Imbau Anggota DPR Tak Merokok Sembarangan
PERISTIWA | 24 Februari 2020 14:35 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Asap tebal muncul di Gedung Nusantara III DPR/MPR RI lantaran sistem peringatan kebakaran Aerosol aktif. Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani mengimbau masyarakat yang ada di gedung DPR tidak merokok sembarangan.

"Disiplin dari semua yang ada di gedung ini, untuk tidak merokok di tempat-tempat yang tidak boleh memang untuk merokok. Merokok silakan tapi di tempatnya. Nah ini berlaku juga untuk para anggota DPR supaya disiplin semua," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2).

Arsul belum tahu persis pemicu Aerosol berbunyi. Namun, sistem tersebut memang sensitif dari banyak hal.

"Bisa dari rokok, bisa juga dari juga yang bikin teh atau bikin kopi ya dengan pemanasnya sendiri. Biar polisi dan Pak Sekjen yang menyelidiki itu," kata Arsul.

Berdasarkan kejadian itu, DPR tidak menutup kemungkinan untuk mengaudit sistem keselamatan dan keamanan gedung DPR.

"Nanti kita usulkan juga ada sudah saatnya dilakukan kembali audit keselamatan berdasarkan tentu standar gedung yang aman seperti apa," tukas politikus PPP itu.

Sekjen DPR RI Indra Iskandar meluruskan kabar kebakaran yang terjadi di lantai dua gedung Nusantara III, DPR/MPR, Jakarta. Indra menyebut, bahwa ada sistem peringatan kebakaran atau Aerosol yang berbunyi.

"Jadi di lantai 2 di koridor kita sudah memasang hampir semua ruangan yang ada di kelola oleh di DPR ini dengan sistem pemadam kebakaran menggunakan Aerosol asap," kata Indra saat jumpa pers, di Gedung DPR, Selasa (24/1).

Menurutnya, sistem tersebut memang di desain sensitif. Karena itu, untuk memastikan segala sesuatu yang ada benar-benar tertangani dengan baik.

"Aerosol itu berfungsi tanpa sebab jelas. Sekarang ini teman Damkar sedang meneliti dan evaluasi apa saja penyebab Aerosol sistemnya terbuka," ucap Indra.

Dirinya telah meninjau titik yang dimaksud dan melihat bahwa Aerosol itu sistem hang atau error. Sehingga sistem itu di beberapa titik mengeluarkan asap semacam fogging yang biasanya digunakan pada saat kebakaran ada api dan panas.

"Sekarang posisinya sudah sangat clear dan bersih. Tidak ada kerusakan apapun. Tidak ada korban apapun, tidak ada kerusakan titik apapun," jelas Iskandar.

"Tapi sebagai sebuah prosedur teman-teman Damkar kebakaran tetap melihat meneliti titik yang hang tadi untuk memastikan sistem ini mengapa ini sampai terpicu sehingga mengeluarkan asap," tambahnya.

Penegasan sama diungkapkan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana. Dia mengatakan, yang terjadi adalah errornya Aerosol. Sehingga menyebabkan sentra pengumpulan asap yang sangat banyak sekali.

"Yang ada bahwa error sistem. Jadi ada sistem pemadaman kebakaran di DPR di ruang lantai 2 itu ada sekitar 10 aerosol.
Ada kemungkinan ini error sehingga menimbulkan semacam pemicu. Karena sensitif. Tidak ada api," ucapnya.

Pihaknya juga sudah olah TKP untuk memastikan penyebab error sistem tersebut. "Yang ada hanyalah asap. Tidak ada api. Saya pastikan. Tidak ada kebakaran. Memang ada asap tebal," pungkasnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Asap Mengepul di DPR Bukan Kebakaran, Tapi Sistem Aerosol Rusak
Kepulan Asap Putih Selimuti Gedung Nusantara III DPR
Alarm Kebakaran Berdering, Gedung DPR Penuh Kepulan asap
Kades Neglasari Bakar Kantor Desa Gara-gara Laporan Keuangan Takut Diaudit
Ditinggal Anak Melaut, Nenek 95 Tahun Meninggal Terbakar di Rumah
Kebakaran di Mapolres Ogan Ilir, Sejumlah Berkas Hangus

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami