Siswa SLB di Purwokerto senam artikulasi buat mudahkan baca soal

PERISTIWA | 18 Mei 2015 11:44 Reporter : Chandra Iswinarno

Merdeka.com - Memasuki hari pertama ujian nasional tingkat sekolah dasar, suasana berbeda terasa di Sekolah Luar Biasa (SLB) B Yakut Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (18/5). Sekitar pukul 07.45 WIB, delapan siswa kelas VI yang berada di ruang kelas DII sudah berada di bangku masing-masing.

Sebelum mengerjakan soal, para pengajar mengajak anak didiknya menggerakkan anggota badan sambil mengeluarkan suara berupa huruf vokal secara bersamaan. Senam artikulasi pun berakhir ketika waktu mendekati pukul 08.00 WIB, saat ujian nasional SD akan dimulai.

Sumindar, seorang guru SLB Yakut mengatakan, ujian SLB tak berbeda dengan sekolah umum lainnya saat menghadapi ujian nasional. Hanya saja, kata dia, bagi sekolahnya yang beberapa siswanya tunarungu dan tunawicara ada persiapan khusus sebelum ujian dimulai.

"Untuk penyelenggaraan ujian nasional SLB tidak jauh berbeda dengan sekolah umum. Hanya sebelum ujian, kami adakan senam mulut atau artikulasi serta senam fisik untuk melemaskan otot-otot, " kata Sumindar.

Senam artikulasi itu, lanjut Sumindar, buat membantu anak agar dalam membaca supaya mulut mereka tidak kaku. Kegiatan itu memang sengaja dilakukan pada pagi hari.

"Diharapkan anak-anak bisa memahami soal dengan baik. Karena tunarungu itu tuna bahasa, soalnya pun berbeda dengan siswa di SD umum," ujar Sumindar.

Seorang siswa SLB Yakut, Eka Devina (13 tahun), mengakui dalam ujian kali ini dia mempersiapkan diri dengan belajar. Menghadapi hari pertama, dia mengaku siap mengerjakan ujian Bahasa Indonesia yang diujikan pada hari pertama.

"Tidak takut saat mengerjakan (ujian) nanti," kata Eka yang menyandang tunarungu.

Tahun ini di SLB B Yakut Purwokerto, ujian nasional diikuti delapan siswa berkebutuhan khusus tunarungu dan tunawicara.

(mdk/ary)

TOPIK TERKAIT