Siswa SMP yang Tendang Teman hingga Tewas di Sidikalang Jadi Tersangka

Siswa SMP yang Tendang Teman hingga Tewas di Sidikalang Jadi Tersangka
PERISTIWA | 6 Februari 2020 16:27 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Kasus perkelahian yang menyebabkan meninggalnya Samuel Nainggolan (14), seorang siswa SMP swasta HKBP di Sidikalang, Dairi, Sumut, masih didalami polisi. SO (14), siswa yang menendang remaja itu telah dijadikan tersangka dan ditahan.

"Yang bersangkutan (SO) sudah dijadikan tersangka, dia ditahan di tahanan anak Polres Dairi," ujar Kasubbag Humas Polres Dairi, Ipda Donni Saleh, Kamis (6/2).

Meski usianya masih di bawah umur, SO tetap jadi tersangka karena dia telah melakukan tindak pidana. Penyidik menggunakan UU Perlindungan Anak dalam memproses kasus ini.

Seperti diberitakan, Samuel meninggal dunia setelah kena tendang pada bagian dada saat berkelahi dengan SO di halaman sekolah mereka, Rabu (5/2). Donni mengatakan, kedua bocah itu duel setelah saling ejek.

"Mereka ejek-ejekan saat jam sekolah. Korban bilang tersangka bodoh. Dari sekolah ejek-ejekan, biasa saja, rupanya tunjang-tunjangan (saling tendang), satu tewas, terkena tunjangan (tendangan)," ujar Donni.

Akibat tendangan itu, Samuel jatuh. Guru yang melihat kejadian itu langsung mendatangi mereka. Namun korban diduga sudah tidak bernyawa. Dia dilarikan ke RSUD Sidikalang.

Jenazah Samuel kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diautopsi. "Kita ingin mengetahui pasti penyebab kematian korban," ujar Donni.

Keluarga Tidak Menyangka

Sementara jenazah Samuel tiba di RS Bhayangkara Medan sekitar pukul 22.00 WIB. Jasadnya telah diautopsi pada Kamis (6/2) siang.

Setelah proses autopsi, jenazah Samuel dibawa kembali ke rumah duka di Desa Huta Gambir, Sidikalang, Dairi. Dia akan dimakamkan di sana.

Samuel merupakan anak tunggal dari pasangan Marulak Nainggolan dan Loide Br Lumbangaol. Dia anak yatim karena ayahnya meninggal sekitar dua tahun yang lalu.

Bibi Samuel, Hana Hutabarat (33), mengatakan keluarganya terkejut dengan peristiwa yang menimpa keponakannya. Sepengetahuannya, bocah itu adalah anak yang baik, penurut dan selalu penuh semangat.

"Tak menyangka saya. Terakhir ketemu itu pas Tahun Baru kemarin di Sidikalang. Anaknya baik dan penurut," ucapnya.

Hal yang sama disampaikan paman Samuel, Open Lumbangaol (40). Dia tidak menyangka keponakannya harus meninggal di usia muda. "Saya tak tahu mau bilang apa. Padahal biasa nya anak-anak berkelahi, tapi tak sampai begini," ucapnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Berdalih Basmi Klitih, Pemuda Mabuk di Yogyakarta Aniaya Seorang Pria
Gara-gara Saling Ejek, Siswa SMP Berkelahi Sampai Tewas
Diduga Dianiaya, Lansia Idap Gangguan Jiwa di Garut Meninggal dengan Banyak Luka
Aksi Mengerikan Dosen Tusuk Istri Hingga Kritis, Alasannya Seperti Lihat Dajjal
Polisi di Lampung Tengah Tewas Dikeroyok 14 Orang
Antiklimaks Dugaan Penganiayaan Luthfi, Kapolri Bentuk Tim Tapi Kini Malah Disetop
Berteriak-teriak di Penjara, Suami Tusuk Istri di Serpong Diduga Terganggu Jiwanya

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami