SMA Negeri Beratap Daun di Kupang Terbakar, Diduga Ada Unsur Kesengajaan

SMA Negeri Beratap Daun di Kupang Terbakar, Diduga Ada Unsur Kesengajaan
Ilustrasi kebakaran. ©2015 Merdeka.com/Bambang E Ros
NEWS | 24 September 2021 03:00 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Kebakaran terjadi di kompleks SMA Negeri 2 Nekamese, di Dusun I, Desa Taloitan, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Rabu (22/9) malam. Warga menduga ada unsur kesengajaan dalam peristiwa itu.

Sekolah negeri yang terbakar masih beratap daun lontar dan berdinding bebak. Ruang kelasnya berukuran 11x4 meter. Tidak ada listrik di ruang kelas.

Kebakaran pertama kali diketahui Yakob Hetmina (37), Kepala Dusun I Desa Taloitan. Saat itu sekolah sedang sepi.

Kepala SMA Negeri 2 Nekamese Alexander Lasi diketahui sedang pulang ke rumahnya di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat pada Rabu (22/9) petang. Dia biasanya tinggal di mes sekolah.

Sekitar pukul 19.30 Wita, Yakob Hetmina hendak melayat orang meninggal di dusun tetangga. Saat keluar rumah, ia melihat kobaran api menyala cukup tinggi di atap ruangan kelas.

Yakob langsung memberitahukan kejadian itu kepada Marselina Nesib (42), Mereka langsung memukul tiang listrik.

Warga setempat langsung keluar dan menuju ke sekolah. Mereka berupaya memadamkan api menggunakan air dari bak fiber milik sekolah. Api akhirnya bisa dipadamkan beberapa menit kemudian.

Kepala SMA Negeri 2 Nekamese Alexander Lasi melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolsek Kupang Barat Iptu Sadikin. Petugas kepolisian langsung turun ke lokasi kebakaran.

Setelah api padam, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. Mereka menemukan kumpulan batang padi yang sudah kering terselip di atap kelas.

"Kemungkinan ada orang yang sengaja menyimpan batang padi kering ini sebagai pengumpan api, untuk dilakukan pembakaran, karena di dalam kumpulan batang padi yang sudah kering tersebut sebagian sudah terbakar," ujar Sadikin, Kamis (23/9).

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun SMA Negeri 2 Nekamese mengalami kerugian jutaan rupiah.

Polisi sudah menginterogasi para saksi terkait kejadian itu. "Kami sudah melakukan olah TKP dan mengamankan lokasi kejadian," jelas Sadikin.

Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab terjadinya kebakaran. Korsleting tidak mungkin terjadi, karena tidak ada aliran listrik di dalam kelas.

Sejumlah pihak mencurigai adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. Namun polisi masih menyelidikinya.

Sementara itu, Sadikin meminta Bhabinkamtibmas mengimbau warga agar meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi di Desa Taloitan sudah pernah terjadi kasus pembakaran dan pengrusakan karena permasalahan sengketa lahan.

Diperoleh pula informasi kalau lokasi sekolah seluas satu hektare yang saat ini sudah dibangun gedung sekolah SMA Negeri 2 Nekamese pernah digugat warga yang mengaku sebagai pemilik lahan. (mdk/yan)

Baca juga:
Lahan Gambut di OKI Terbakar, 3 Hari Api Belum Juga Padam
Bocah Main Korek Api Saat Bapaknya Tuang Bensin, 4 Warung Ludes Terbakar
Polisi Panggil Enam Saksi terkait Kebakaran Lapas Tangerang Hari Ini
Polisi Periksa 6 Saksi untuk BAP Tambahan Kasus Kebakaran Lapas Tangerang
Diduga Korsleting, KM Fungka Permata VII Terbakar di Pelabuhan Sanana Malut
Olah TKP Kebakaran Toko Cahaya, Polisi Koordinasi dengan Laboratorium Forensik

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami