Soal Diskusi UGM, PDIP Curiga yang Teror Teman Sendiri Biar Menarik

Soal Diskusi UGM, PDIP Curiga yang Teror Teman Sendiri Biar Menarik
PERISTIWA | 1 Juni 2020 14:09 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Anggota DPR Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno menilai, tidak ada ancaman pada peserta maupun panitia diskusi di UGM soal pemecatan Presiden. Dia justru melihat ancaman tersebut sebagai trik pemasaran yang dibuat.

"Sejauh yang kami ikuti dan pahami, tak ada teror atau ancaman. UUD Menjamin kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pikiran atau pasal 28. Yang sering terjadi, mereka menggunakan trik diancam atau diteror sebagai alat promosi agar acara menjadi menarik dan diperhatikan. Trik marketing," kata Hendrawan lewat pesannya, Senin (1/6).

Hendrawan menambahkan, perizinan terkait acara juga dipenuhi dan tidak ada masalah. Dia kemudian bilang, tak jarang internal panitia juga saling berebut panggung untuk berebut popularitas melalui pilihan topik seminar atau diskusi.

"Yang meneror juga terkadang teman mereka sendiri. Ada semacam pembagian tugas, ada yang memainkan peran sebagai intel, peneror, penelepon gelap, dan sebagainya. Bila diskusi dilakukan secara ilmiah di kampus, pihak kampus akan menjamin pelaksanaannya," tuturnya.

1 dari 3 halaman

Trik Lama

Hendrawan meragukan pengakuan terkait adanya ancaman tersebut. Dia bilang, masyarakat jangan mudah percaya dengan trik lama.

"Ini Era Reformasi. Era demokrasi. Jangan sampai kita tenggelam dalam trik-trik lama yang sudah ketinggalan semangat jaman," ucapnya.

Menurut dia, ancaman tersebut adalah strategi untuk kepentingan politik Pilpres 2024. Sehingga, citra buruk pada pemerintahan saat ini dibingkai dari sekarang.

"Ada upaya untuk menggiring persepsi bahwa pemerintahan saat ini menuju otoriterisme baru. Bagian strategi untuk degradasi citra politik dlm kontestasi 2024,"pungkasnya.

2 dari 3 halaman

Kronologi Teror

Constitutional Law Society (CLS) atau Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UGM menggelar diskusi bertajuk 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'. Tema diskusi tersebut sempat memancing polemik dan menjadi viral di medsos.

Diskusi virtual itu rencananya akan digelar Jumat (29/5). Namun karena menuai kontroversi akhirnya diskusi itu urung diselenggarakan. Paska menjadi kontroversi, diskusi tersebut justru berbuah teror pada pembicara maupun penyelenggaranya.

Dekan FH UGM, Sigit Riyanto menyebut penyelenggara diskusi sempat mengalami teror. Teror ini mulai bermunculan pada Kamis (28/5) malam.

3 dari 3 halaman

Dalam keterangan tertulisnya, Sigit menuturkan baik pembicara, moderator maupun narahubung yang namanya tertera dalam poster acara menjadi sasaran teror. Nomor kontak pihak-pihak yang terlibat dalam diskusi itu mendapatkan teror dari orang tak dikenal.

"Berbagai teror dan ancaman dialami oleh pembicara, moderator, narahubung, serta kemudian kepada ketua komunitas 'Constitutional Law Society' (CLS) mulai dari pengiriman pemesanan ojek online ke kediaman, teks ancaman pembunuhan, telepon, hingga adanya beberapa orang yang mendatangi kediaman mereka," katanya, Sabtu (30/5).

Dia menuturkan hingga hari Jumat (29/5), teror masih terus berlangsung. Bahkan teror tak lagi menyasar nomor mahasiswa yang terlibat sebagai penyelenggara diskusi. Teror merembet hingga menyasar nomor telepon orang tua para mahasiswa tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya itu Sigit mencantumkan ada dua nomor telepon yang mengancam melakukan pembunuhan terhadap keluarga penyelenggara diskusi itu.

Sigit menambahkan karena teror yang terjadi dan demi alasan keamanan akhirnya pihak penyelenggara diskusi memilih untuk membatalkan acara. Keputusan pembatalan diambil pada Jumat (29/5). (mdk/rnd)

Baca juga:
Diskusi UGM Diteror, Denny Indrayana Sebut Rezim Otoriter Muncul Lagi
Soal Diskusi UGM, Din Tegaskan Pembungkaman Bertentangan dengan UUD '45
Pimpinan MPR Kecam Intimidasi dan Teror Terhadap Wartawan dan Panitia Diskusi di UGM
LPSK Tunggu Laporan Jurnalis Detikcom dan Penyelenggara Diskusi UGM
Diskusi Daring di UGM Dibatalkan karena Ancaman Teror, Dituduh Lakukan Makar

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Jatim Bersiap Jalani Kehidupan New Normal - MERDEKA BICARA with Khofifah Indar Parawansa

5