Soal Imbauan Penutupan Restoran, Wali Kota Serang Sebut Hargai yang Puasa

Soal Imbauan Penutupan Restoran, Wali Kota Serang Sebut Hargai yang Puasa
Wali Kota Serang Syafrudin. ©ANTARA/Mulyana
PERISTIWA | 16 April 2021 09:47 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan surat edaran yang berisi imbauan agar restoran tutup pada siang hari di bulan Ramadan, merupakan hasil kesepakatan bersama antara pimpinan daerah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan kementerian Agama.

"Memang kami juga menyadari, bahwa di Kota Serang ini bukan hanya orang beragama Islam ada agama lain. Hanya memang kalau sementara ini edaran itu merupakan keputusan bersama forum pimpinan daerah yang tidak bisa ditawar lagi. Sudah kita edarkan," kata Syafrudin kepada wartawan, Jumat (16/4).

Kalau pun ada yang merasa berkeberatan, seperti non-Islam atau pun wanita hamil dengan edaran yang dikeluarkan oleh Pemkot Serang, menurut dia, warga harus bisa menghargai Muslim lain.

"Ya saya kira menghargai yang puasa aja dulu, makannya di rumah," terangnya.

Sementara terkait denda Rp 50 juta bagi pemilik restoran yang melanggar Perda tersebut, Syafrudin mengatakan hal itu tidak ada dalam surat imbauan yang diedarkan, Namun ada dalam Peraturan Daerah.

"Saya kira di imbauan itu tidak ada (denda Rp 50 juta), hanya memang ada di Perda di Pol PP. Di imbauannya enggak ada," pungkasnya.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang melakukan monitoring sekaligus memasang surat edaran (SE) Wali Kota Serang, di rumah makan yang berada wilayah Kota Serang. Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2010 disebutkan Restoran, Warung Nasi, maupun Kafe dilarang menyediakan makanan di siang hari.

"Kemudian di pasal 21 ayat 4, bilamana rumah makan buka dan melayani di siang hari, maka dikenakan sanksi pidana, bisa berbentuk kurungan badan kurang lebih tiga bulan, atau sanksi uang maksimal Rp50 juta," kata Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kota Serang, Tb Hasanudin, kepada sejumlah wartawan, Kamis (15/4).

Hasanudin mengungkap, proses penyidikan akan dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang ada di Satpol PP Kota Serang. Setelah penyidikan, akan diserahkan ke pengadilan untuk diproses sanksinya.

"Saat ini di Kota Serang ada 11 PPNS, jadi diharapkan agar pemilik rumah makan jangan sampai dibuka di siang hari, karena mengganggu masyarakat," ungkapnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Jubir Kemenag: Larangan Restoran Buka Siang Hari di Serang Berlebihan
Restoran di Serang Dilarang Buka Siang Hari saat Ramadan, Terancam Denda Rp50 Juta
Anies: Restoran Diizinkan Buka Lebih Panjang Jangan Dimanfaatkan untuk Bukber
Operasional Restoran di DKI saat Ramadan, Tutup Jam 22.30, Buka Lagi 02.00 buat Sahur
PPKM di Bandung Diperpanjang, Operasional Mal dan Restoran Ditambah Saat Ramadan
Uniknya Kafe Berkonsep Metromini di Bekasi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami