Soal Impor Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil Fokus Tunggu Produksi Dalam Negeri

Soal Impor Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil Fokus Tunggu Produksi Dalam Negeri
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. ©2020 Merdeka.com/Aksara Bebey
PERISTIWA | 5 Oktober 2020 14:42 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat fokus menunggu proses uji klinis calon vaksin Covid-19 yang sedang diteliti di Bandung oleh Biofarma dari perusahaan asal China, Sinovac.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat menggelat konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (5/10). Ia mengaku sudah menanyakan perihal mengimpor vaksin kepada pemerintah pusat.

"Saya tanya ke pemerintah pusat jadi vaksin itu ada dua, ada yang sudah siap impor 100 persen, jumlahnya sangat sedikit, terbatas mungkin datang di tahun ini. Itu akan didahulukan untuk tenaga kesehatan," ucap dia.

"Ada vaksin yang sedang berproses yang diproduksi oleh Biofarma yang akan dijadikan mayoritas vaksin kepada seluruh masyarakat Indonesia. Itu menunggu di bulan Desember," dia melanjutkan.

Proses uji klinis calon vaksin yang sedang diteliti oleh Biofarma dan bekerjasama dengan akademisi sudah berjalan. Ridwan Kamil yang mendaftar sebagai relawan sudah menjalani tes darah yang pertama di Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Rabu (30/9) lalu.

Proses itu adalah lanjutan setelah dirinya mendapat suntikan calon vaksin. Tim peneliti akan mengambil sampael darah lagi pada bulan Desember untuk mengetahui pembentukan antibodi.

"Yang saya lakukan adalah fokus pada yang produksi dalam negeri oleh Biofarma. Distribusi yang impor langsung dari luar negeri saya denganr difokuskan kepada tenaga kesehatan. (Saya) ga ada masukan kepada pemerintah pusat. Jabar fokus pada apa yang kita kendalikan dan kita dukung di tanah Jabar, yakni vaksin yang sedang tes ketiga," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi mengungkap, Wakil Presiden Ma'ruf Amin sudah menggelar pertemuan dengan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan mengenai perkembangan vaksin Covid-19. Pertemuan itu pun dihadiri pula Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir.

Menurut laporan mereka, lanjut Masduki, vaksin akan datang pada bulan November. Karena itu ketiganya akan berangkat ke China untuk melakukan pengecekan terhadap vaksin yang akan dikirim ke Indonesia.

Tahap pertama akan datang sebanyak 3 juta vaksin diperuntunkan bagi tenaga-tenaga kesehatan, TNI-Polri, dan orang-orang yang selama ini berhadapan bertugas untuk menghadapi masyarakat terkait penanganan pandemi. Setelahnya akan datang bergelombang dengan jumlah banyak.

Terkait kehalalan vaksin yang akan didatangkan, Wapres Ma'ruf berpesan dua hal. Pertama, akan sangat baik saat vaksin terjamin kehalalannya. Kendati sebaliknya, Wapres Ma'ruf menilai hal itu tak menjadi masalah.

"Pak Wapres sampaikan, bagus kalau halal tidak ada problem, tetapi kalau misalnya tidak halal, tidak masalah, karena dalam kondisi darurat," jelas Masduki. (mdk/bal)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami